Zakat Emas, Mengikuti Harga Beli Dulu atau Sekarang?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang zakat emas, mengikuti harga beli dulu atau sekarang?.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla selalu menjaga ustadz dan keluarga.

Ustadz, izin bertanya.
Kalo ada yang nabung emas (fisik, bukan online), kemudian telah mencapai nisab dan juga telah haul, pembayaran zakatnya mengikuti harga jual atau harga beli sekarang ya?
Jazakallahu khairan, barakallahu fiik

(Disampaikan oleh Sahabat Belajar Bimbingan Islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga Alloh memberkahi harta antum dan keluarga

Alhamdulillah pengetahuan dan kesadaran akan wajibnya seorang muslim untuk menunaikan zakat telah mulai tersebar luas, ini adalah nikmat yang perlu kita syukuri karena berarti semakin banyak yang sadar bahwa harta di rekening dan brankasnya bukan hanya miliknya saja.

Baca Juga:  Dalil Tasyakuran Untuk Kehamilan 4 Bulan

Dahulu banyak diantara kita yang memahami bahwa zakat hanya sebatas zakat fitrah saja, namun atas pertolongan dan hidayah Alloh sekarang banyak yang sudah memahami macam-macam zakat maal.
Berkaitan dengan zakat emas, wajib untuk ditunaikan jika terpenuhi 2 syarat yakni nishob dan haul.

1. Nishab artinya sudah mencapai kadar minimal 85 gram emas, atau 20 dinar.
2. Haul artinya sudah mencapai minimal kepemilikan 1 tahun hijriah.
Zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5% dari total emas yang dimiliki.

Dalilnya adalah firman Alloh Ta’ala,

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Alloh, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”
(QS At Taubah 34-35).

Baca Juga:  Cara Zuhudnya Orang Kaya

Juga sabda Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam,

وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ عِشْرِينَ مِثْقَالاً مِنَ الذَّهَبِ شَىْءٌ وَلاَ فِى أَقَلَّ مِنْ مِائَتَىْ دِرْهَمٍ شَىْءٌ

“Tidak ada zakat jika emas kurang dari 20 mitsqol dan tidak ada zakat jika kurang dari 200 dirham”
[HR Ad-Daruquthni II/93, Al-Irwa’ 815]

sabda Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam lainnya,

لَيْسَ عَلَيْكَ شَىْءٌ – يَعْنِى فِى الذَّهَبِ – حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ

“Engkau tidak wajib membayar zakat sedikit pun (maksudnya zakat emas) hingga engkau memiliki dua puluh dinar. Jika engkau telah memiliki dua puluh dinar dan telah berlalu satu tahun (sejak memilikinya), maka padanya engkau dikenai zakat setengah dinar. Setiap kelebihan dari (nishob) itu, maka zakatnya disesuaikan dengan hitungan itu”
[HR Abu Daud 1573]

Baca Juga:  Sholat di Masjid di Masa Wabah Corona

Lalu tolok ukur pembayarannya bagaimana? Pakai harga jual atau harga beli?
Jika itu emas ya memakai hitungan gram, tanpa harus melihat harga jual atau harga beli.

Jika itu dalam bentuk uang maka menggunakan harga kepemilikan bukan harga melepas kepemilikan, berarti harga beli saat ini.

Wallohu A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Kamis, 05 Rabiul Awwal 1442 H/ 12 November 2020 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله  
klik disini