Was Was dan Keraguan Saat Sholat bimbingan islam
Was Was dan Keraguan Saat Sholat bimbingan islam

Was Was dan Keraguan Saat Sholat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang was was dan keraguan saat sholat.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Ustadz dan keluarga selalu dalam kebaikan dan lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ustadz, saya ingin bertanya perihal was-was. Jika ada orang yang terkena was-was dalam sholat seperti mengulang-ulang “Bis..Bis..Bismillahirrahmanirrahim”, apakah sholatnya batal?

Lalu apabila orang tersebut sudah berusaha tidak peduli, namun tiba-tiba tidak sengaja mengulangi karena was-wasnya yang dahulu apakah sholatnya batal?
Serta bagaimana menghilangkan was was itu ustadz?

Jazaakumullahu khairan

(Disampaikan oleh Fulanah, penanya dari media sosial bimbingan islam)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Kami mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga kita semua dijauhkan dari penyakit waswas dan keraguan di dalam seluruh ibadah kita.

1- Was-was harus diatasi

Pertama, hendaklah kita mengetahui bahwa was-was atau wiswas di dalam bahasa Arab artinya bisikan buruk. Waswas dan keraguan di dalam beribadah adalah permasalahan berat yang menimpa sebagian orang, dengan tingkatan waswas yang berbeda-beda. Hal itu harus segera diatasi dan tidak boleh seseorang merasa putus asa dari usaha untuk membebaskan diri darinya.

Was-was atau keraguan beribadah ada yang berkaitan dengan niat melakukan ibadah, sehingga seseorang merasa belum berniat di dalam ibadahnya, baik itu wudhu’ atau sholat, atau lainnya, sehingga dia harus mengulang-ngulanginya.

Ada yang berkaitan dengan membersikan najis, sehingga seseorang merasa belum bersih dari najis pada tubuhnya, atau pakaiannya, atau tempat sholatnya, sehingga dia harus membersihkannya berulang-ulang.

Ada yang berkaitan dengan melakukan wudhu’, sehingga seseorang merasa belum sempurna di dalam wudhu’nya, sehingga dia harus mengulang-ngulanginya.

Ada juga yang berkaitan dengan bacaan sholat, sehingga seseorang merasa belum sempurna bacaannya, sehingga dia harus mengulang-ngulanginya. Seperti yang anda tanyakan.

Ketika orang yang terkena was-was dalam sholat seperti mengulang-ulang “Bis..Bis..Bismillahirrahmanirrahim”, atau orang tersebut sudah berusaha tidak peduli, namun tiba-tiba tidak sengaja mengulangi karena was-wasnya yang dahulu, itu semua tidak membatalkan sholatnya.

Semua was-was itu harus dilawan sehingga hilang. Karena sesungguhnya was-was tersebut datang dari syaithan untuk mengganggu ibadah manusia kepada Alloh Yang Maha Kuasa.

Imam Ibnul Jauziy rohimahulloh (wafat th 598 H) berkata:

وقد لبس إبليس عَلَى بعض المصلين فِي مخارج الحروف فتراه يَقُول الحمد الحمد فيخرج بإعادة الكلمة عَنْ قانون أدب الصلاة وتارة يلبس عَلَيْهِ فِي تحقيق التشديد وتارة فِي إخراج ضاد المغضوب ولقد رأيت من يَقُول المغضوب فيخرج بصاقة مَعَ إخراج الضاد لقوة تشديده وإنما المراد تحقيق الحرف فحسب وإبليس يخرج هؤلاء بالزيادة عن حد التحقيق ويشغلهم بالمبالغة في الحروف عَنْ فهم التلاوة وكل هذه الوساوس من إبليس

“Iblis telah mengacaukan sebagain orang-orang yang sholat di dalam makhorijul huruf (tempat-tempat keluarnya huruf). Engkau lihat dia mengucapkan, “Al-hamdu, al-hamdu”. Dengan mengulangi kata itu dia telah keluar dari aturan adab sholat. Terkadang Iblis mengacaukannya di dalam membaca tasydid dengan benar, terkadang di dalam menyuarakan huruf dhod di dalam “maghdhuubi”.
Dan aku telah melihat orang yang mengucapkan, “maghdhuubi” sampai  dia mengeluarkan ludah bersamaan dengan menyuarakan huruf dhod karena kuat tasydidnya. Padahal yang dikehendaki hanyalah memastikan huruf. Namun Iblis mengeluarkan mereka dengan menambah dari batasan memastikan (huruf), dan dengan berlebihan di dalam huruf-huruf Iblis menyibukkan mereka dari memahami bacaan. Semua ini adalah waswas dari Iblis”.
(Talbis Iblis, hlm. 126)

2- Cara Menghilangkannya.

Adapun solusi dan cara menghilangkannya, maka ada dua cara:

1) Cara Umum:

(1) Banyak berdzikir kepada Alloh.

Dzikrullah adalah benteng yang sangat kokoh untuk melindungi diri dari gangguan setan. Hal ini diketahui dari berita Allah lewat para RasulNya, antara lain lewat lisan Nabi Yahya ‘alaihis salam, sebagaimana hadits di bawah ini:

عَنْ الْحَارِثِ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا…وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ الْعَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ كَذَلِكَ الْعَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ

Dari Al-Harits Al-Asy’ari, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakaria ‘alaihis salam dengan lima kalimat, agar beliau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil agar mereka mengamalkannya (di antaranya)…”Aku perintahkan kamu untuk dzikrullah (mengingat/menyebut Allah).
Sesungguhnya perumpamaan itu seperti perumpamaan seorang laki-laki yang dikejar oleh musuhnya dengan cepat, sehingga apabila dia telah mendatangi benteng yang kokoh, kemudian dia menyelamatkan dirinya dari mereka (dengan berlindung di dalam benteng tersebut). Demikianlah seorang hamba tidak akan dapat melindungi dirinya dari syaithan kecuali dengan dzikrullah”.
(HR. Tirmidzi, no. 2863; Ahmad, no. 17170, 17800; Ibnu Hibban, no. 6233. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Maka jika anda ingin selamat dari tipu-daya dan gangguan syaithan, hendaklah selalu membasahi lidah anda dengan dzikrullah disertai konsentrasi dengan hati.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh (wafat th 728 H) berkata: “Waswas mendatangi setiap orang yang beribadah kepada Alloh dengan dzikir atau lainnya, itu pasti terjadi. Maka seharusnya seorang hamba teguh dan bersabar serta tetap melakukan apa dia lakukan, baik dzikir dan sholat, dan janganlah dia bosan. Karena sesungguhnya dengan tetap melaksanakannya itu tipu daya syaithan akan menyingkir darinya, “Sesungguhnya tipu daya syaithan itu adalah lemah” (QS. An-Nisa/4: 76).
Setiap kali seorang hamba berniat beribadah kepada Alloh dengan hatinya, datang bisikan-bisikan urusan-urusan lainnya. Syaithan itu seperti begal, setiap kali seorang hamba berniat berjalan mendekat kepada Alloh, syaithan ingin membegalnya.
Oleh karena itu  dikatakan kepada sebagian Salaf, “Orang-orang Yahudi dan nashoro berkata, “Kami (beribadah) tidak ada bisikan-bisikan!” Dia menjawab, “Mereka telah berkata benar, apa yang akan dilakukan oleh syaithan terhadap rumah bobrok (pastinya tidak akan ada yang datang)!”.
(Majmu’ Fatawa, 2/223-224)

(2) Menuntut ilmu agama yang benar.

Ilmu agama adalah cahaya yang menerangi kegelapan dan membedakan kebenaran dengan kebatilan. Oleh karena itu jika seseorang berada di dalam kebodohan terhadap ilmu agama, maka dia berada di dalam kegelapan. Dan ini adalah pintu masuk syaithan untuk menyesatkan manusia.

Imam Ibnul Jauziy rohimahulloh (wafat th 598 H) berkata: “Ketahuilah bahwa pintu terbesar yang dilewati oleh Iblis kepada manusia adalah kebodohan (terhadap agama). Iblis masuk kepada orang-orang bodoh lewat kebodohan (mereka) dengan aman. Namun Iblis tidak masuk kepada orang ‘alim kecuali dengan mencuri. Iblis telah membuat rancu kepada banyak ahli-ahli ibadah dengan sebab sedikitnya ilmu mereka. Karena kebanyakan mereka menyibukkan diri dengan beribadah, namun tidak memantapkan ilmu”.
(Talbis Iblis, hlm. 121)

(3) Banyak berdoa kepada Alloh.

Di antara pengobatan waswas adalah banyak berdoa dan berlindungan kepada Alloh dengan jujur dan ikhlas agar dibebaskan dari waswas tersebut.

2) Cara khusus:

Adapun cara khusus untuk menghilangkan waswas adalah mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana di dalam hadits berikut ini:

عَنْ أَبِي الْعَلَاءِ، أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ، أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا” قَالَ: فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَهُ اللهُ عَنِّي

Dari Abul A’la bahwa ‘Utsman bin Abul ‘Ash datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bertanya; “Ya, Rasulullah! Aku sering diganggu syaithan dalam shalatku dan bacaanku, dia mengacaukan bacaanku”.
Maka bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Itu adalah syaithan (yang mengganggu sholat), yang dinamakan Khanzab. Jika engkau merasakan (gangguan) nya, maka segeralah mohon perlindungan kepada Allah dari godaannya, dan meludah ke sebelah kirimu tiga kali!”.
‘Utsman berkata; “Setelah aku melakukan yang demikian, maka Allah menghilangkannya (godaan itu) dariku”.
 (HR. Muslim, no. 2203)

Maka cara yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ini adalah:

  1. Membaca ta’awudz.
  2. Meludah ke sebelah kiri tiga kali.

Jika itu dilakukan dengan penuh keimanan dan kesungguhan, insya Alloh ganguan itu akan hilang. Dan ingatlah gangguan dan tipu daya syaithan itu lemah ketika berhadapan dengan pertolongan Alloh Ta’ala. Semoga Alloh menjaga kita semua dari tipu daya syaithan yang selalu berusaha menyesatkan manusia.

Bergerak Tiga Kali Dalam Sholat

Wallahu a’lam.

Disusun oleh:
Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله
Jum’at, 03 Dzulhijjah 1441 H/ 24 Juli 2020 M



Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله
Beliau adalah Pengajar di Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muslim Al-Atsari حفظه الله 
klik disini