ArtikelKonsultasiMuamalah

Wakalah dan Akad Salam Sebagai Marketer

Wakalah dan Akad Salam Sebagai Marketer

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang wakalah dan akad salam sebagai marketer.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Mohon izin untuk bertanya. Yang saya tanyakan soal jual beli ustadz.
Saya menjadi marketer sebuah produk
1. ketika ada pelanggan memesan produk bolehkah ana kirim produk dari produsen langsung ke pembeli?
2. Untuk sistem bayar nya yang syar’i seperti apa ustadz? Barang sampai dulu bau bayar atau pun pembeli transfer dulu ke ana.
Atas jawabannya ana ucapkan jazakallahu khoiron

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)

Baca Juga :  Bolehkah Shalat Qabliyah Subuh Saat Bangun Kesiangan

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

pertama, seseorang tidak boleh menjual barang sebelum ia miliki, rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تَبِعْ ما لَيْسَ عِنْدَكَ

“Janganlah engkau menjual barang yang tidak engkau miliki”
(HR. Abu Dawud : 3503).

Lalu, bagaimana solusinya untuk orang yang ingin berdagang tapi tidak memiliki produk?
Ada beberapa solusi untuk transaksi tersebut:

1. Menjalin kerjasama dengan produsen/supplier, dengan akad wakalah (wakil) seperti menjadi distributor maupun agen dari supplier tersebut.
dengan begitu anda menjadi bagian darinya, sehingga boleh menjual barang yang mereka miliki. Tapi, ingat wakalah adalah akad amanah (kepercayaan), jika supllier mengharuskan anda untuk membayar terlebih dahulu sebelum mengirimkan barang kepada customer, berarti akad tersebut bukan akad wakalah, karena tidak ada kepercayaan.

2. Melakukan akad salam.
jual beli salam adalah jual beli sifat barang dengan waktu penyerahan yang jelas dan harga barang dibayar lunas ketika akad.

Sehingga akad salam boleh dilakukan jika terpenuhi syarat – syarat:
1. Barangnya bisa disifati, seperti warna, merek, dan sifat lain yang dibutuhkan.
2. jumlah, berat dan volumenya harus jelas
3. waktu penyerahan barang jelas
4. pembeli harus membayar tunai di awal.

Wallahu a’lam.

Dijawab oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 08 Rabiul Akhir 1442 H / 24 November 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Baca Juga :  Mendahulukan Infak Atau Membayar Hutang

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button