Ustadz Tidak Boleh Mengajar Santriwati? Benarkah?

Ustadz Tidak Boleh Mengajar Santriwati? Benarkah?

Ustadz Tidak Boleh Mengajar Santriwati? Benarkah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang baik hati berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang ustadz tidak boleh mengajar santriwati? benarkah?
Silahkan membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz & keluarga.

Afwan izin bertanya.
Ana seorang pengajar. Ana mengajar anak-anak TPA. baik santri maupun santriwati yang masih di bawah umur. Tentunya menggunakan hijab di antara kami.
Namun ketika kelas Tahsin Dan Tahfidz ana harus berhadapan secara langsung dengan santri. Bagaimana kah hukumnya di dalam islam?

Jazakumullah khairan katsiron ustadz, barakallahu fiik.

(Disampaikan oleh Fulanah, sahabat BiAS T10-050)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du
Ayyuhal  Ikhwan wal Akhwat baarakallah fiikum Ajma’in.

Jika kelas Tahsin dan Tahfizhnya juga untuk anak-anak yang belum baligh maka tidak mengapa, yang utama adalah guru laki-laki untuk santri dan guru wanita untuk santriwati.

Adapun jika bercampur baur pria dan wanita dan telah mencapai usia baligh maka tidak boleh, kecuali dengan hijab atau penghalang (satuan terpisah) dan adanya mahram, serta berjama’ah dan tidak boleh bersendirian (khalwat).

karena ikhtilath dan bercampur baur tidak dalam kondisi darurat syar’i atau yang diperbolehkan merupakan penghalang terbesar untuk melaksanakan ketentuan agama. Dengan seringnya bersama-sama di pengajian diniyah semisal Tahsin atau Tahfizh, atau di bangku sekolah formal pun, sering bertemu itu, saling melempar pandangan dan ucapan, terjadilah apa yang terjadi dari fitnah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menyatakan fitnah ini dalam sabdanya yang agung:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرُّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.”
(HR. Bukhari, no. 5096 dan Muslim, no. 2740)

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفَكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فاَتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau. Dan sungguh Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kalian berketurunan di atasnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil dari wanitanya.”
(HR. Muslim, no. 2742).

Juga hal ini bisa menjadi sebab pembuka kepada fitnah yang lebih besar, yaitu sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam :

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَى، مُدْرِكُ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الْاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ

“Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperoleh hal itu, tidak bisa terhindarkan. Kedua mata itu berzina dan zinanya dengan memandang (yang haram). Kedua telinga itu berzina dan zinanya dengan mendengarkan (yang haram). Lisan itu berzina dan zinanya dengan berbicara (yang diharamkan). Tangan itu berzina dan zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina dan zinanya dengan melangkah (kepada apa yang diharamkan). Sementara hati itu berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.”
(HR. Muslim, no. 2657).

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Rabu, 18 Jumadal Akhiroh 1441 H / 12 Februari 2020 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS