Upaya Apa Yang Dapat Dilakukan Untuk Mencegah Musuh Islam Berkuasa-001

PERTANYAAN

بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Ustadz, oke lah kita taat pada pemerintah, kita sudah berdakwah dsb, sesuai tuntunan syariat.

Tapi kemudian musuh- musuh Islam seperti komunis dan syiah memegang pemerintahan di  negri ini ( naudzubillaahi mindzalik, semoga Allah melindungi negri kita ); dan kita menyaksikan masjid-masjid dirobohkan, umat Islam dibantai, adzan dilarang berkumandang.
Boro-boro dakwah, mungkin menyelamatkan diri dan keluarga saja sudah tidak tau harus kemana dan bagaimana.

Dalam keadaan demikian tentu sudah terlambat untuk melakukan pencegahan kezaliman yang terjadi.

Nah, tentu pencegahan pada saat sekarang adalah jauh lebih baik.

Pertanyaan saya:
Pencegahan apa yang bisa dilakukan dalam konteks tersebut, selain terus berdakwah, berdoa dan bersabar.

Jazakallaah khoiron ustadz.

( Fulanah- Admin BiAS T03)

Jawaban

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Dakwah, doa dan sabar itu adalah pencegahan global, di dalamnya ada banyak aksi yang tidak keluar dari ketiga hal tersebut.

Contohnya dengan tidak memilih calon penguasa yang komunis, syiah dll. Dan itu sukar dilakukan jika kita tidak menggencarkan dakwah, bukankah demikian?

Jika dakwah belum merata meskipun umat Islam mayoritas tapi banyak diantara mereka yang masih memilih penguasa kafir karena diberi beberapa lembar uang.

Atau dengan cara menasehati penguasa secara diam-diam agar berhati-hati dengan orang orang sesat yang hakikatnya ingin berbuat jahat kepada kaum muslimin. Bukankah ini  bagian dari dakwah?

Dan berapa banyak kebaikan kebaikan yang berpondasi serta bermula dari dakwah sunnah yang shahihah.

Dan Allah pun akan menolong hamba Nya yang setia berpegang teguh terhadap pengamalan syariat dan tidak nenerjang larangan syariat meski pahit terasa. Bukankah ini buah manis dari kesabaran?

Bukankah Allah murka terhadap orang yang terlalu mengandalkan kekuatannya hingga lalai dari berdoa?

Jika Allah sudah ridha terhadap kita, pertolongan Nya akan datang dari jalan yang tidak kita sangka.

Beberapa waktu lalu saya diberitahu oleh Syaikh DR. Taufik Al-Masiri dari madinah ketika acara pembekalan dai di Surakarta.

Beliau mengisahkan perjuangan orang orang syiah di Gambia (jika tdk salah ingat). Selama bertahun tahun, berpuluh puluh tahun mereka merintis anu, mendirikan anu, membangun anu. Dan semua usaha mereka, hasil jerih payah mereka hancur tak tersisa hanya karena khutbah jumat yang disampaikan dai sunnah selama kurang lebih 15 menit.

Khutbah ini didengar oleh pimpinan negri tersebut. Lalu ia memanggil sang dai dan disuruh menjelaskan tentang apa itu syiah.

Selesai penjelasan, pemimpin negri itu memerintahkan agar seluruh instansi syiah dilarang secara mutlak di negri tersebut.

Dengan dakwah, kesabaran serta doa yang tulus, yang jujur, serta keikhlasan pertolongan Allah datang dari arah yang tidak dinyana-nyana.

Bukan mengharap kemenangan dengan cara melakukan pelanggaran syariat serta menyelisihi metode salaf.

– Yang kedua kita tidak mengingkari akan adanya keburukan. Merupakan bentuk kesalahan jika kita ingin menghilangkan keburukan tapi justru menimbulkan keburukan yang lebih besar lagi.

Imam Hasan Al-Basri -semoga Allah merahmati beliau-, beliau berkata :

المسكين رأى منكرا فأنكره فوقع فيما هو أنكر منه

“Si miskin itu mengingkari kemungkaran, lantas menyebabkan timbulnya kemungkaran yang lebih mungkar.”

(Asy-Syari’ah : 1/345)

Bagaimana kita tahu sesuatu akan menimbulkan keburukan yang lebih besar? Dengan dalil dan tidak menyelisihi dalil.

Pencegahan apa saja boleh kita lakukan selama hal tersebut tidak bertentangan dengan dalil dan metode salaf.
Adapun jika yang diinginkan adalah pencegahan dengan cara memberontak, berdemo, mencaci maki, mengumbar aib penguasa, maka itu bukan pencegahan sama sekali menurut dalil dan menurut metode salaf. Tapi justru semakin menjerumuskan umat ke dalam keburukan yang lebih buruk dan lebih besar.

Karena Allah ta’ala berfirman :

فَلْيَحْذَرْ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah­nya (Rasul) takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih.”

(QS An-Nur : 63).

Wallahu ‘alam
Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله

 Senin, 4 Rabiu Tsani 1438 H / 2 Januari 2017