Keluarga

Untuk Pasutri, Begini Cara Menjadi Menantu Ideal!

Untuk Pasutri, Begini Cara Menjadi Menantu Ideal!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan untuk pasutri, begini cara menjadi menantu ideal! Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah, semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan keselamatan untuk ustadz dan keluarga. Afwan, saya izin bertanya, bagaimana sebaiknya adab dan akhlak yang harus saya tunaikan terhadap ibu mertua ustadz?

Apakah masalah jika saya menjaga jarak terus dengan alasan menjaga hati agar kekesalan saya tidak menumpuk sehingga tidak ada ucapan atau akhlak yang tidak baik terlontar pada ibu mertua saya? Jazakallah khayr.

(Ditanyakan oleh Santri Akademi Shalihah)


Jawaban:

Berjuang Menjadi Menantu Ideal

Setelah menikah, keluarga pasangan tentunya akan jadi bagian dari keluarga besar juga. Dengan begitu, bakti sebagai seorang istri tak hanya pada suami (prioritas) dan orang tua kandung, tetapi juga ia dituntut untuk berbuat ihsan dan lemah lembut pada mertua.

Allah Ta’ala berfirman;

وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“…Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik”. (QS. al-Baqarah: 195).

Dalam firman yang lain;

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْففَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (QS. an-Nahl: 90).

Bagaimana cara biar jadi sosok menantu ideal idaman yang disayang mertua? Maka timbanglah semuanya dengan ajaran syariat Islam yang mulia. Ada beberapa tips yang sangat perlu dilakukan oleh para menantu;

1. Lebih Peka

Manusia memiliki perasaan dan sensitivitas yang penting pula dibaca lalu dijaga dengan baik. Membaca perasaan itu bisa ditempuh dengan menangkap bahasa tubuh yang bersangkutan. Sehingga, perkara yang kurang mengenakkan akibat ketidakpekaan selama berinteraksi bisa dihindari.

Secara khusus ibu mertua sering kali memiliki perasaan sensitif saat ada orang lain yang menjadi pusat daya tarik kehidupan putranya. Apalagi mereka telah menghabiskan waktu yang lama untuk mengurus putranya.

Untuk itu, cobalah untuk lebih peka terhadapnya. Jangan mencoba bersaing merebut perhatian suami atau bahkan menjauhkan suami dari ibu mertua. Hal ini tentu akan melukai perasaan ibu mertuamu.

2. Beri Bantuan dan Perhatian, Jangan Menjauh!

Saat mertua Anda ada di rumah, cobalah untuk beri dia perhatian. Berusaha untuk tidak menutup diri dan menjauh. Duduk dan ajak dirinya mengobrol tentang kesehariannya.

Kamu juga bisa ajak dirinya berkeliling atau mengunjungi tempat tertentu yang mereka sukai. Bila mertua dalam kesusahan, dan Anda mampu untuk membantu, maka bantulah mereka dalam kebaikan.

Sebaliknya jika mertua ingin bantu, contoh ibu mertua ingin membantu Anda menyiapkan makanan, biarkan dia. Ayah mertua ingin bantu finansial keluarga, maka tidak mengapa Anda menerimanya, selama itu bukan untuk menampakkan kelemahan dan menurunkan harga diri. Hal ini bisa jadi momen untuk saling mengenal dan memahami lebih baik satu sama lain.

3. Dengarkan Nasihat

Mertua tentu memiliki pengalaman berumah tangga bertahun-tahun. Jadi, jangan ragu untuk menerima saran dan nasihatnya. Beberapa nasihat mungkin tidak sejalan dengan pendirian Anda, namun ada baiknya tetap terbuka terhadap hal tersebut. Setidaknya dengarkan, tunjukkan rasa hormat, dan jangan menganggap saran apa pun sebagai serangan atau sindiran.

Menghormati dan menghargai nasihat mertua tentu merupakan adab seorang menantu yang wajib dilakukan. Selain menghormatinya karena mereka adalah orang yang jauh lebih tua, tentu kita juga wajib menghormati dan menghargai mertua karena mereka telah hidup lama dan memiliki banyak pengalaman yang tidak kamu punya.

Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaily hafizahullah berkata:

النبي صلى الله عليه وسلم قال :البركة مع أكابركم

Nabi bersabda : “Keberkahan beserta dengan orang senior diantara kalian.”

[Shahih. HR. Ibnu Hibban]

أي :أن الخير والنفع إنما هو مع أكابركنا وأكابرنا نوعان

Yaitu, kebaikan dan manfaat hanya ada bersama dengan ulama senior kita, dan ulama senior itu ada dua macam:

a- اكابرنا في السن ،كبار السن من االبركة معهم والنفع معهم والخير معهم لأن الدنيا علمتهم والتجارب حنكتهم فهم لا يتعجلون وتستفيد من تجاربهم كثيرا

(1.) Yang senior dalam hal usia.

Orang yang lebih tua dari segi usia dibanding kita, maka mereka memiliki manfaat dan kebaikan, karena dunialah yang mengajari mereka dan pengalaman yang menempa mereka. Sehingga mereka bukanlah orang yang suka tergesa-gesa, dan dari pengalaman mereka bisa diambil manfaat yang besar.

b –كبار العلم وهؤلاء بركتهم أعظم ومن جمع بين الأمرين فهو أبرك ،من جمع بين كبر السن والعلم فالبركة معه أعظم

(2.) Yang senior dalam hal ilmu.

Keberkahan pada mereka lebih besar lagi.

Apalagi orang yang terkumpul padanya dua hal ini, yaitu senior dalam hal usia dan ilmu, maka lebih berkah lagi. (Pengajian Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily via youtube yang berjudul al-Barokah ma’a Akabirikum)

Oleh karena itu, ketika mertua memberikan saran dan pendapatnya, jangan kamu sanggah dan lawan. Dengarkan dengan baik, ambil sisi positifnya dan tetap hormati mereka. Seperti layaknya anak yang berbakti, menantu juga harus bisa menempatkan diri dengan menunjukkan rasa hormat dan menghargai sebagaimana mestinya.

4. Mendoakan yang terbaik untuk mertua

Tidak hanya materi, sebagai menantu pun juga bisa memberikan hal berharga lainnya untuk mertua yakni doa. Panjatkan doa terbaik untuk mereka, misalnya saja agar diberikan kesehatan, rezeki dan umur panjang dalam kebaikan. Bagaimanapun merekalah orang tua hebat dari suami atau istri Anda yang sekarang.

Sempatkanlah berdoa untuk mereka sehabis salat. Seperti halnya anak shaleh mendoakan orang tua kandung, wujud cinta kasih terkadang berupa doa hidayah dan taufiq juga bisa diamalkan untuk mertua.

Jika mertua sudah tiada pun doa tetaplah ‘hadiah’ terbaik yang bisa dipanjatkan untuk mereka yang beragama Islam.

5. Menjaga Silaturahim dan Hubungan Baik Keluarga

Meskipun istri memiliki hak terhadap suami. Namun itu tidak bisa dijadikan alasan untuk melarang suami mengunjungi orang tuanya. Bagaimanapun juga posisi orang tua bagi anak lelakinya tetap lebih utama dibandingkan istri.

Ciri wanita yang baik untuk dinikahi menurut Islam adalah yang membiarkan suaminya berkunjung ke rumah orang tuanya sesering mungkin. Selama itu tidak merugikan Anda, ya berusahalah untuk ikhlas. Begitu pun dengan diri Anda sendiri juga jangan melupakan orang tua kandung.

Ada banyak kasus di mana seorang menantu memiliki hubungan tak baik dengan mertuanya. Sehingga mereka jadi jarang bertemu dan memutuskan silaturahmi dan ukhwah. Ini tidak benar.

Jika Anda menikahi anaknya, jika Anda cinta dengan anaknya, maka berupayalah menerima keluarganya. Kalaupun mereka memang tidak suka dengan Anda, tak masalah. Anda hanya perlu tetap bersikap baik.

Anda bisa menyambung silaturahmi dengan sesekali berkunjung ke rumahnya, telepon atau berkomunikasi lewat WhatsApp. Perbuatan memutuskan ukhwah apalagi tidak dibenarkan dalam islam.

Dari sahabat Abdullah bin ’Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari, no. 5991).

Demikian tanya jawab tentang menantu ideal. Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Senin, 3 Muharram 1443 H/ 1 Agustus 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga:  Suami Pergi Kerja Lebih Dari Tiga Bulan

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button