Tips Mendapatkan Manisnya Iman dan Kenikmatan Beribadah

Tips Mendapatkan Manisnya Iman dan Kenikmatan Beribadah

Tips Mendapatkan Manisnya Iman dan Kenikmatan Beribadah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang berakhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Tips Mendapatkan Manisnya Iman dan Kenikmatan Beribadah, selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Afwan Ustadz, saya mau bertanya bagaimana caranya agar kita dapat merasakan nikmatnya saat beribadah ?

 

شكرا
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T09)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Semoga Allah berikan kepada kita semua manisnya keimanan.

Rasulullah memberikan tips agar kita mendapatkan rasa manis dari keimanan, beliau bersabda :

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman : Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka” (Bukhari : 15).

Dan jiwa itu harus dipaksa pada awalnya, sebagaimana dikatakan oleh imam Bushiry :

والنَّفسُ كَالطّفلِ إِنْ تُهمِلْه ُشَبَّ عَلَى. حُبِّ الرّضَاع وَإِِنْ تَفْطِمْهُ يَنفَطِــمِ

Jiwa itu seperti anak kecil apabila dibiarkan maka dia akan menyusu sampai besar. Namun jika engkau sapih, maka dia akan berhenti menyusu.

Maka, paksalah jiwa untuk khusyu’ dalam sholatnya, ikhlas dalam amalannya, pahami setiap dzikir – dzkir yang teruntai dari lisan – lisan kita, semoga dengan itu Allah maniskan ibadah kita.

 

Wallahu a’lam
Wabillahittaufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Senin, 1 Shafar 1441 H/ 30 September 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS