Tiga Waktu Yang Penting Untuk Diperhatikan

Tiga Waktu Yang Penting Untuk Diperhatikan

TIGA WAKTU PRIVASI YANG PENTING UNTUK DIPERHATIKAN

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, apa maksud dari menanggalkan pakaian (luar), serta maksud dari 3 (aurat) waktu yang ada dalam surah An – Nur: 58 dibawah ini:

“… dan orang-orang yang belum baligh (dewasa) di antara kamu, meminta izin kepada kamu pada tiga kali (kesempatan), yaitu sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari, dan setelah shalat isya. (Itulah) tiga aurat (waktu) bagi kamu.”

جَزَاكَ الله خَيْرًا

(SAHABAT BiAS T07)

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Bismillah

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Maksudnya pada ketiga waktu tersebut biasanya Nabi Shallallāhu ‘alayhi wa sallam (dan manusia secara umum) memiliki waktu untuk menjaga privasinya. Ayat ini turun untuk Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sehingga anak kecil (apalagi yang dewasa), budak (apalagi yang merdeka) diperintahkan untuk meminta ijin sebelum masuk menemui Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz ketika menjelaskan makna ayat ini berkata :

المقصود أن في هذه الأحوال قد يتساهل أهل البيت في وقت الظهيرة، وقبل صلاة الفجر، وبعد صلاة العشاء كل هذه الأوقات فيها خلوة الإنسان بنفسه، فليستأذن إذا دخل عليه يستأذن، سواء كان ملك يمين، أو صبي لم يبلغ الحلم، وإن كان صبي؛ لأنه لا يرضون على أن يطلع على شيء من حالاتهم في هذه الأوقات الثلاثة، فالخادم سواء كان مملوكاً، أو كما نصت عليه الآية، أو غير مملوك من باب أولى، وهكذا من لم يبلغ الحلم من الصبيان يستأذن في هذه الأوقات الثلاثة، وغير الصبي من باب أولى، الكبير من باب أولى، والمقصود من هذا التحرز من كونه يرى أهل البيت على حالة غير مناسبة، فإذا استأذن استعدوا وحرصوا على أن يكونوا في حالةٍ حسنة.

“Maknanya adalah bahwa pemilik rumah kadang menganggap remeh di waktu dzuhur, waktu subuh dan isya’. Waktu-waktu ini adalah waktu privasi manusia, maka hendaknya sebelum masuk menemui seseorang ia harus minta izin terlebih dahulu, baik ia seorang budak, atau anak kecil yang belum dewasa.

Meskipun masih anak kecil harus minta izin, karena seseorang tidak akan ridha jika ada yang melihatnya dengan kondisinya di tiga waktu tersebut. Dan orang selain anak kecil lebih ditekankan lagi (untuk minta izin). Maka demikianlah anak kecil yang belum dewasa meminta izin di ketiga waktu ini, yang bukan anak kecil lebih ditekankan lagi, orang dewasa lebih ditekankan lagi.

Maksudnya adalah dalam rangka menjaga privasi supaya ahlul bait tidak melihatnya (berkunjung) pada waktu yang tidak cocok. Jika sudah meminta izin, maka mereka (tuan rumah) akan bersiap dan bersemangat dengan keadaan/penampilan yang baik.”
(Fatawa Syaikh Bin Baz no. 123).

Contoh nyata dari hal ini adalah jika ada tamu berkunjung ke rumah kita dengan mendadak tanpa memberi tahu dan meminta izin di waktu menjelang shalat subuh. Padahal kita masih tidur, belum berpakaian lengkap, lalu kita bangun mendengar ketukan pintu dengan buru-buru padahal kondisi kita sedang acak-acakan, penampilan muka yang kumuh dll. Tentu ini tidak mengenakkkan dan sangat mengganggu tuan rumah. Demikian pula pada waktu dzuhur dan isya biasanya manusia sedang berada pada kondisi istirahat atau bersantai dengan keluarga.

Maka Allāh perintahkan untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum masuk menemuinya dan ini bagian dari adab Islami yang sangat baik lagi mulia.

Wallahu A’lam
Wabillahit Taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Selasa, 25 Shafar 1439 H / 14 November 2017 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS