Fiqih

Tidak Thuma’ninah Bisa Batal Sholatnya? Hati-Hati!

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Tidak Thuma’ninah Bisa Batal Sholatnya? Hati-Hati!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai apakah bila tidak thuma’ninah bisa batal sholatnya? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualikum ustadz, mohon penjelasannya maksud dari tu’maninahnya itu yang membuat batalnya seperti apa ustadz? Syukron Jazakumullah Khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh

Thuma’ninah dalam shalat hukumnya wajib, bila tidak dilakukan maka bisa membatalkan shalat, sebagaimana sabda Rasulullah shallahu alaihi wasallam,”

Dan yang dimaksud dengan thuma’ninah (ithmi’naan) dalam shalat adalah berdiam diri (tenang) seukuran waktu untuk membaca bacaan shalat yang wajib.

Maka seseorang tidak dikatakan thuma’ninah kecuali jika ia tenang dalam ruku’ seukuran waktu untuk mengucapkan “سبحان ربِّي العظيم” satu kali (dengan bacaan normal, tidak cepat), dan dalam I’tidal (berdiri setelah ruku’) seukuran waktu untuk mengucapkan “ربَّنا ولك الحمدُ” dan dalam sujud seukuran waktu untuk mengucapkan “سبحان رَبِّي الأعلى” , serta dalam duduk di antara dua sujud seukuran waktu untuk membaca “رَبِّ اغفِر لي” dan seterusnya.

Ibnu Hajar al-Haitami rahimahullah berkata dalam kitab Tuhfatul Muhtaj:”Batasannya adalah tenang dan mapannya anggota-anggota badan yang digunakan untuk melakukan rukun tersebut.”

Dan dalam Shahih disebutkan sebuah hadits dari Shahabat Abu Humaid as-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu tentang sifat shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

فَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ اسْتَوَى حَتَّى يَعُودَ كُلُّ فَقَارٍ مَكَانَهُ

“…Maka jika beliau mengangkat kepalanya, beliau berdiri tegak hingga masing-masing ruas tulang belakang kembali ke tempatnya.”

Dan dalam Shahih Muslim (no 1138) disebutkan dari hadits ‘Aisyah Ummul Mu’minin radhiyallahu ‘anha

فكان وَكَانَ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ لَمْ يَسْجُدْ حَتَّى يَسْتَوِىَ قَائِمًا

“…Maka, apabila beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, beliau tidak sujud sebelum berdiri tegak lurus (I’tidal).”

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: (إذا قمت إلى الصلاة فأسبغ الوضوء، ثم استقبل القبلة فكبر، ثم اقرأ ما تيسر معك من القرآن، ثم اركع حتى تطمئن راكعاً، ثم ارفع حتى تعتدل قائماً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، ثم ارفع حتى تطمئن جالساً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، ثم افعل ذلك في صلاتك كلها) ، أخرجه السبعة، واللفظ للبخاري، ولـ ابن ماجة بإسناد مسلم: (حتى تطمئن قائماً)

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Jika engkau hendak mengerjakan shalat maka sempurnakanlah wudlu’ lalu bacalah (ayat) al-Quran yang mudah bagimu lalu ruku’lah hingga engkau tenang (tu’maninah dalam ruku’ kemudian bangunlah hingga engkau tegak berdiri lalu sujudlah hingga engkau tenang dalam sujud kemudian bangunlah hingga engkau tenang dalam duduk lalu sujudlah hingga engkau tenang dalam sujud.

Lakukanlah hal itu dalam dalam sholatmu seluruhnya.” Dikeluarkan oleh Imam Tujuh lafadznya menurut riwayat Bukhari. Menurut Ibnu Majah dengan sanad dari Muslim: “Hingga engkau tenang berdiri.” (Shahih Bukhari, juz 8, hal 135, no. 6667, Shahih Muslim, juz 1, 298, no. 397).

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رجلاً دخل المسجد، ورسول الله صلى الله عليه وسلم جالس في ناحية المسجد، فصلى ثم جاء فسلم عليه، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: (وعليك السلام، ارجع فصل فإنك لم تصل). فرجع فصلى ثم جاء فسلم، فقال: (وعليك السلام، فارجع فصل، فإنك لم تصل). فقال في الثانية، أو في التي بعدها: علمني يا رسول الله، فقال: (إذا قمت إلى الصلاة فأسبغ الوضوء، ثم استقبل القبلة فكبر، ثم اقرأ بما تيسر معك من القرآن، ثم اركع حتى تطمئن راكعاً، ثم ارفع حتى تستوي قائماً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، ثم ارفع حتى تطمئن جالساً، ثم اسجد حتى تطمئن ساجداً، ثم ارفع حتى تطمئن جالساً، ثم افعل ذلك في صلاتك كلها.

Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu– bahwasanya seorang laki-laki memasuki masjid, sementara Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– sedang duduk di sudut masjid.

Laki-laki itu mengerjakan shalat, lalu (setelah shalat) dia mendatangi Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– sambil mengucapkan salam. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– berkata kepadanya, “Wa ‘alaika as- salam.

Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum mengerjakan shalat!” Laki-laki itu pun kembali dan mengulangi shalatnya. Setelah shalat, dia datang lagi sambil mengucapkan salam. Beliau bersabda, “Wa ‘alaika as-salam.

Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum mengerjakan shalat!” Laki-laki itu berkata pada kali yang kedua atau yang setelahnya, “Beri tahu aku shalat (yang benar), wahai Rasulullah!” Beliau pun bersabda, “Jika kamu hendak mengerjakan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, lalu menghadaplah ke arah kiblat, kemudian bertakbirlah.

Setelah itu bacalah apa yang mudah bagimu dari al-Quran, kemudian rukuklah hingga kamu tukmaninah. Setelah itu bangkitlah hingga kamu berdiri tegak, lalu sujud hingga kamu tukmaninah.

Setelah itu angkatlah kepalamu dari sujud hingga kamu duduk dengan tukmaninah, kemudian sujud hingga kamu tukmaninah dalam sujudmu, lalu angkat kepalamu dari sujud hingga kamu duduk dengan tukmaninah. Lakukanlah semua itu pada semua shalatmu!” (HR. Al-Bukhari)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:”Maka yang melakukan ini –yakni tidak thuma’ninah dalam ruku’ (dan dalam rukun-rukun yang lainnya, red)- shalatnya batal (tidak sah), karena ia meninggalkan salah satu rukun shalat.” (Asy-Syarh al-Mumti’)

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
18 Safar 1444 H/14 September 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button
situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel situs toto situs togel bandar togel https://robo-c.ai/ http://satisfieddegree.com/ http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/