Keluarga

Tetap Harus Bersabar Meski Orang Tua Berakhlak Buruk

Tetap Harus Bersabar Meski Orang Tua Berakhlak Buruk

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Tetap Harus Bersabar Meski Orang Tua Berakhlak Buruk, selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Ustadz saya mau minta nasihat.

Saya sedang merasakan luka batin ini terbuka lagi. Luka batin seorang anak karena didikan orang tua yang cara bicaranya kasar. Saya sudah doa, sudah dengar nasihat suami, sudah dengar ceramah. Tetapi ketika sifat jelek orang tua keluar, luka batin ini suka terbuka lagi.

Saya tidak mau jadi anak durhaka, saya selalu usaha berdamai dengan luka hati saya. Tetapi ketika sifat jelek orang tua keluar, saya jadi suka benci. Tolong beri saya nasihat, Ustadz.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Sosmed)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakaatuh.

Anak merupakan amanah yang Allah berikan kepada kedua orang tua, sehingga menjadi kewajiban orang tua untuk menjaga dan mendidik seorang anak dengan baik sampai dirinya dewasa dan siap menghadapi kehidupan. Amanah ini akan Allah minta pertanggungjawabannya pada hari kiamat. Allah berfirman:

﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا …..

Baca Juga :  Panggil Anak Dengan Julukan Sebagai Penghormatan

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya….” (QS. An-Nisa’: 58).

Rasulullah bersabda:

كُلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، والأمِيرُ راعٍ، والرَّجُلُ راعٍ عَلى أهْلِ بَيْتِهِ، والمَرْأةُ راعِيَةٌ عَلى بَيْتِ زَوْجِها ووَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ راعٍ وكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab atas orang yang dia pimpin, seorang penguasa adalah pemimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang wanita adalah pemimpin dalam menjaga rumah dan anak-anak suaminya. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanyai tentang orang yang dia pimpin.” (HR. Bukhari no. 5200).

Oleh karenanya, orang tua harus memberikan kemashlahatan untuk seorang anak, dan haram baginya untuk menzhalimi. Rasulullah bersabda:

الظُّلْمُ ظُلُماتٌ يَوْمَ القِيامَةِ

Kezhaliman akan menjadi kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 2447).

Ini dari sisi kewajiban orang tua.

Adapun seorang anak, dia dituntut untuk selalu berbakti kepada orang tuanya, bagaimanapun keadaan orang tua. Bahkan, jika orang tua melakukan kezhaliman terbesar di muka bumi sekalipun yaitu perbuatan syirik, seorang anak tetap diperintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tuanya. Allah berfirman:

﴿وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَاۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًاۖ ……

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik….”. (QS. Lukman : 15).

Padahal dalam ayat lainnya, Allah berfirman:

﴿….. إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴾

“…..sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Lukman : 13).

Terasa sakit saat dibentak dan dikasari bahkan oleh orang tua sendiri termasuk hal yang lumrah, oleh karenanya Allah melarang Rasulullah untuk bersikap keras kepada para sahabat, Allah berfirman:

﴿فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ﴾

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…..” (QS. Ali-‘Imran: 159).

Namun, tetap berusahalah untuk memaafkan dan berdamai dengan hati, ingat mereka adalah sebab kita bisa merasakan kenikmatan menjadi hamba Allah, menikmati berbagai indahnya kehidupan. Ingat, semuanya adalah ujian dari Allah, dan sekarang Anda sedang diuji dengan sikap orang tua, bersabar dan harapkanlah pahala.

Ketika, orang tua bersikap kasar, ingatlah banyaknya kebaikan mereka semenjak Anda masih kecil, semoga dengan mengingat hal tersebut bisa mengobati lukanya hati. Sembari memperbanyak do’a semoga Allah mengubah sikap tersebut.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jumat, 20  Rabiul Akhir1443 H/ 26 November 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Shahihkah Hadits Tentang Istri Melayani Suami?

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button