ArtikelIbadah

Tetap Beramal Walaupun Sudah Meninggal Dengan Amal Jariyah

Tetap Beramal Walaupun Sudah Meninggal Dengan Amal Jariyah

Tujuan Allah ﷻ menciptakan manusia di atas bumi ini adalah agar mereka mengabdi, menyembah dan beribadah hanya kepada Allah ﷻ. Allah berfirman:

وما خَلَقْتُ الجِنَّ والإنْسَ إلّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembahKu”.
(QS. Adz–Dzuriyat : 56).

Orang-orang yang menyadari tujuan tersebut dan menjalankan kehidupan dunia ini sesuai dengan apa yang Allah inginkan, maka dia akan mendapatkan kebahagiaan yang kekal abadi kelak di dalam surga Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman:

﴿وبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وعَمِلُوا الصّالِحاتِ أنَّ لَهُمْ جَنّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِها الأنْهارُ كُلَّما رُزِقُوا مِنها مِن ثَمَرَةٍ رِزْقًا قالُوا هَذا الَّذِي رُزِقْنا مِن قَبْلُ وأُتُوا بِهِ مُتَشابِهًا ولَهُمْ فِيها أزْواجٌ مُطَهَّرَةٌ وهُمْ فِيها خالِدُونَ﴾

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal sholih, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.
(QS. Al-baqarah : 25).

Oleh karenanya, kita sangat membutuhkan amalan-amalan ketika hidup di dunia ini, karena amalan yang ikhlas dan diridhoi Allah ﷻ merupakan kunci agar Allah memasukkan kita ke dalam surgaNya.

Baca Juga :  Maksud "Mengharap Wajah Allah"

Namun, merupakan sebuah keniscayaan, bahwa waktu kita di dunia ini sangat terbatas, dan dosa kita bertambah setiap harinya, sehingga kita harus memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk bisa beramal sholih dengan baik dan benar. Dan jika batas waktu seseorang telah habis, malaikat maut akan datang untuk mencabut nyawanya dan itulah batas kesempatan untuk beramal.

Tapi, rahmat Allah ﷻ begitu luas, Allah ﷻ menetapkan beberapa amal jariyah yang tetap bernilai pahala dan terus mengalir kepada pelakunya walaupun dirinya telah berada di dalam tanah. Diantara amalan-amalan tersebut adalah:

1. Sedekah jariyah.

Yang dimaksud dengan sedekah jariyah adalah harta sedekah yang terus berlangsung kemanfaatannya. Seperti membangun masjid, selama masjid tersebut masih dimanfaatkan oleh kaum muslimin, maka pahalanya akan selalu mengalir kepada orang yang bersedekah tersebut.Begitu juga wakaf alquran dan buku-buku ilmu dan yang semisalnya.
(lihat Syarh riyadush shalihin karya syaikh utsaimin : 5/438).

2. Ilmu yang bermanfaat.

Maksud ilmu bermanfaat disini adalah ilmu yang diajarkan kepada manusia, selama ilmu yang memberikan kemanfaatan tersebut tersebar, maka pahala akan selalu mengalir pada orang yang mengajarkan. Dan hal tersebut hendaknya mendorong kita untuk selalu mengajarkan hal yang bermanfaat dimanapun kita berada, terutama ilmu agama, Rasulullah ﷺ bersabda:

Baca Juga :  Doa Mandi Wajib

مَن يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Siapa yang Allah inginkan kebaikan pada dirinya, maka Allah akan pahamkan dirinya agama”.
(HR. Bukhari : 7312).

3. Anak yang sholih

Orang tua sangat membutuhkan anak yang sholih, taat kepada Allah ﷻ, karena semua ketaatan yang dilakukan oleh seorang anak akan memberikan pahala kepada orang tuanya insya Allah. Ibnu Malak berkata:

حتى قيل: يحصل للوالد ثوابٌ مِن عملِ الولد الصالح، سواءٌ دعا لأبيه أو لا، كما أن مَن غرسَ شجرةً مثمرةً يحصل للغارس ثوابٌ بأكل ثمراتها، سواءٌ دعا له الآكِلُ أو لا

“Sampai dikatakan: seorang ayah mendapatkan pahala dari setiap amalan anaknya yang sholih, baik dia mendoakan ayahnya atau tidak, hal ini sama seperti seseorang menanam pohon yang berbuah, maka si penanam akan mendapatkan pahala setiap kali ada yang memakan buah tersebut, baik orang yang memakan buah tersebut mendoakan si penanam atau tidak”.
(Syarhul mashabih karya Ibnu Malak : 1/193).

3 hal yang kita bahas diatas telah disebutkan oleh rasulullah ﷺ dalam sabda beliau:

إذا ماتَ الإنْسانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إلّا مِن ثَلاثَةٍ: إلّا مِن صَدَقَةٍ جارِيَةٍ، أوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أوْ ولَدٍ صالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang manusia meninggal maka terputuslah semua amalannya kecuali 3 amalan: Sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan seorang anak sholih yang senantiasa mendoakannya.”
(HR. Muslim 1631).

Wallahu A’lam.

Dijawab oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Kamis, 18 Rabiul Akhir 1442 H / 03 Desember 2020 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

Baca Juga :  Kandungan Yang Terdapat Pada Ayat Kursi

Ustadz Muhammad Ihsan, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button