Tentang Pakaian Laki-Laki

Tentang Pakaian Laki-Laki

Pertanyaan :

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagaimanakah penjelasan terkait Hadist tentang pakaian bagi seorang  laki laki ?

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Fitria di Jakarta selatan Anggota Grup WA Bimbingan Islam T05 – G19)

 

Jawaban :

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Para ulama’ menyebutkan definisi pakaian adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk menutupi badannya, auratnya, dan berhias dengannya dengan yang dihalalkan oleh Allah dan tidak bertentangan dengan adab Islam, perintah dan larangan-Nya.
Adapun syarat-sarat pakaian laki-laki adalah sebagai berikut:

Pertama: Bukan pakaian (perhiasan) yang haram,seperti emas dan sutera. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

نَهَانَا النَّبِيُّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – أَنْ نَشْرَبَ فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَأَنْ نَأْكُلَ فِيهَا وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَأَنْ نَجْلِسَ عَلَيْهِ

“Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- melarang kami untuk minum dengan gelas emas dan perak, dan makan dengan menggunakannya, melarang kami untuk memakai pakaian sutera dan dibaj (sejenis sutera) dan duduk di atasnya.” (HR. Bukhari no. 5389)

Kedua: Bahan dan modelnya tidak menyelisihi syariat, yaitu bukan pakaian syuhrah (sensasional), menyerupai pakaian wanita, orang kafir, orang fasik, dan tidak isbal (melebihi mata kaki). Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah di dunia maka Allah akan memakaikan pakaian kehinaan pada hari kiamat kemudian memasukkannya ke dalam neraka.” (HR. Ibnu Majah dan dihasankan Syeikh Al Albani). Beliau juga bersabda:

لعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

“Rasulullah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhari).

Beliau juga bersabda:

ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار

“Pakaian yang ada di bawah mata kaki maka berada di dalam neraka.” (HR. Bukhari).

Ketiga: Pakaian yang tidak najis. Seperti pakaian dari kulit babi, anjing, dan semua bahan yang najis atau ternajisi.
Keempat: Pakaian yang menutupi aurat. Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ

“Janganlah seorang laki-laki melihat kepada aurat “laki-laki lain, dan janganlah wanita melihat kepada aurat wanita lain.” (HR. Muslim).
Beliau juga bersabda:

غطِّ فَخِذَك فإن الفخذَ عورة

“Tutuplah pahamu, karena paha adalah aurat.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Referensi:

http://www.alukah.net/sharia/0/61605/

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Muhammad Romelan, Lc.

CATEGORIES
Share This

COMMENTS