KonsultasiMuamalah

Teman Anda Sering Ngeluh? Begini Solusinya!

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Teman Anda Sering Ngeluh? Begini Solusinya!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Teman Anda Sering Ngeluh? Begini Solusinya!, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, Saya memiliki beberapa teman yang setelah berumah tangga menjadi suka berkeluh kesah (terlalu sering) baik secara offline maupun online, bahkan terkadang hingga ke ranah yang privasi.

Bila suatu suatu saat nanti, suami saya juga sudah lelah mendengar curhatan saya. Sikap apa yang harus saya lakukan untuk menyelesaikan kegundahan hati saya?

Ditanyakan oleh Sahabat AISHAH (Akademi Shalihah)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Hal yang harus diingat setiap insan bahwa dunia ini adalah tempat ujian. Siapa yang bersabar dan bersandar kepada Allah Ta’ala, maka dialah yang beruntung.

Cukuplah semua perkara yang dihadapi seorang muslim pertama-tama hanya dicurhatkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Seorang muslim hanya akan menampakkan kelemahannya di hadapan Allah Ta’ala, tidak kepada makhluk yang sama-sama lemah.

Dalam syariat Islam yang mulia, kita memiliki dzikir لَا حَوْلَ وَ لَا قوَّةّ إِلَّا بِا الله yang maknanya adalah tidak ada daya untuk menghindari kemaksiatan dan upaya untuk melakukan ketaatan kecuali kekuatan dari Allah Ta’ala.

Lihatlah contoh dan teladan yang indah dari Nabi Ya’qub ‘alaihissalam ketika menghadapi kesedihan berupa kehilangan putranya, Yusuf, sehingga anak-anaknya yang lain mengiranya akan bertambah sakit dan sedih. Maka dengarlah jawaban Nabi Ya’qub yang perlu diteladani setiap muslim,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُوْ بثّيْ وَ حُزْنِيْ إِلَى اللهِ

Dia (Ya’qub) menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.(QS Yusuf: 86)

Bagi anda yang sering dijadikan tempat curhat, maka arahkanlah mereka untuk mengadu hanya kepada Allah Ta’ala. Masalah lain yang tak kalah penting, apabila seseorang sering menampakkan dan mengadukan kesedihan serta kesulitan kepada manusia, maka hal itu selalu meringankan musibahnya, apakah ada manfaat untuk akhiratnya, maka jawabannya tidak.

Namun apabila seseorang mengadukan kesedihan itu kepada Allah Ta’ala, itu lah awal yang baik dan bermanfaat baginya, bahkan bernilai pahala. Bagaimana tidak? Sedangkan Allah Ta’ala telah menjanjikan hal itu dalam sejumlah firman-Nya.

Bacalah dan renungkanlah firman Allah Ta’ala ini,

وَ إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيْبٌ أُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” [QS Al Baqarah: 186].

Bukan berarti tidak boleh menjadi penasehat bagi saudaranya, hanya saja curhat (curahan hati) ini berat, berat karena kita sendiri juga banyak masalah, dan kita yakin bahwa hanya Allah Yang Maha Kuasa mampu membolak-balikan hati setiap hamba, dan Dia lah Yang Maha Memberikan jalan keluar.

Kami sarankan jangan berangan-angan hal yang tidak baik dari orang lain, apalagi suami sendiri. Masa depan itu adalah hak prerogatif Allah Ta’ala, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu termasuk takdir masa depan, tugas kita adalah beriman dan berusaha mempertahankan istiqamah di jalan yang lurus, berjuang menghadapi godaan setan, teruslah berdoa dan berprasangka baik kepada Allah Yang Maha Baik. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq pada semuanya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. 
حفظه الله

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button