Temanmu, Cerminan hidupmu

Temanmu, Cerminan hidupmu

Temanmu, Cerminan hidupmu

Saudara-saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai Alloh ‘Azza wa Jalla, sudah menjadi hal yang kita ketahui bersama bahwa Istiqomah termasuk amalan yang paling dicintai oleh Alloh.
Dan untuk mendapatkannya ada beberapa hal yang bisa kita upayakan seperti berdoa atau meminta pertolongan, menghiasi diri dengan ilmu, menyibukkan dengan amal shalih, memperbanyak tilawah Al-Quran, membasahi lisan dengan Dzikir, dll.

Namun ada satu hal yang tidak kalah pentingnya lagi, bahkan ini menjadi salah satu faktor yang memudahkan untuk istiqomah, yakni memilih teman yang baik.

Pentingnya berteman dengan orang sholih tergambar dari hadits Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Perumpamaan seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi.
Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya.
Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak”
[HR Bukhori 2101]

Ini juga berlaku bagi urusan dunia lainnya, misal ketika ada seseorang yang ingin menjadi atlit sepak bola, ia pun ikut komunitas pemain bola, belajar bersama mereka, latihan bersama mereka dan sebagainya. Atau jika ingin mendalami batu akik, ia pun mencari komunitas pebisnis akik, berkumpul dan join bersama mereka, dan yang semisal dengan itu.

Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda dalam hal ini:

الأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ

“Ruh-ruh itu seperti pasukan yang berkelompok. Jika mereka saling mengenal maka mereka akan bersatu, dan jika saling tidak mengenal maka akan berpisah”
[HR Bukhori 3336 dan Muslim no. 6708]

Mengapa kita harus perhatian dengan siapa kita berteman? Apakah harus se-selektif itu dalam berteman?

Ketahuilah wahai saudaraku.. Teman itu berbeda dengan sekedar kenal, jika sekedar kenal maka Islam tidak membatasi hal itu, silahkan kenal dengan semua kalangan bahkan kafir sekalipun.
Tapi untuk berteman harus selektif dan teliti, apalagi teman dekat karena salah pilih teman dekat bisa jadi musuh di hari kiamat.

Alloh berfirman,

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman dekat (sahabat) pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”
(QS Az-Zukhruf 67)

Imam At-Thobari menjelaskan dalam Tafsirnya tentang ayat tersebut,

المتخالون يوم القيامة على معاصي الله في الدنيا, بعضهم لبعض عدوّ, يتبرأ بعضهم من بعض, إلا الذين كانوا تخالّوا فيها على تقوى الله

“Orang-orang yang saling bersahabat di atas maksiat kepada Alloh di dunia, di hari kiamat akan saling bermusuhan satu sama lain dan saling berlepas diri, kecuali mereka yang saling bersahabat di atas takwa kepada Alloh”

Sungguh Alloh telah perintahkan kita untuk membersamai orang-orang yang baik, Alloh Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Alloh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)”
(QS At-Taubah 119)

Lebih detail lagi, Alloh bahkan memerintahkan kita untuk bersabar atas orang-orang sholih

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan sore hari dengan mengharap wajah-Nya”
(QS Al-Kahfi 28)

Mengapa Alloh perintahkan kita sabar terhadap orang sholih?
Karena banyak diantara kita yang kurang adil dalam kuota sabar. Besar kuota sabarnya ketika berhadapan dengan orang dzolim, orang fasik, dan lain-lain. Namun tidak besar sabarnya ketika membersamai orang sholih.

Ketika disakiti oleh orang jahat, kita mudah memberi pemakluman bahwa ia memang orang jahat dan kita pun mesti sabar menghadapinya.
Tapi ketika bermuamalah dengan orang sholih, sedikit kekhilafan atau kesalahan yang ia lakukan seakan berat bagi kita untuk memakluminya, tidak sedikit yang kemudian menginggalkannya atau menjaga jarak darinya dengan berkomentar : “masak rajin sholat tapi gak bayar hutang” atau “masak sering ngaji tapi ingkar janji”.

Padahal kita tahu bahwa ia manusia biasa yang bisa salah, kita pun juga tahu bahwa ia punya kesholihan dibanding yang lain, maka mengapa kita tidak bisa lebih sabar kepada orang sholih, apalagi syariat justru memerintahkan kita untuk berteman dengan mereka, orang-orang sholih.

Temanmu, cerminan hidupmu

Karenanya saudaraku sekalian yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh ‘Azza wa Jalla, selektiflah dalam berteman, jangan sembarangan. Kualitas teman kita juga menunjukkan kualitas diri kita, Nabi kita yang mulia Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ الْمُؤْمِنِ

“Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin”
[HR Bukhori dalam Al-Adabul Mufrad 239, Abu Dawud 4918]

Mari kita pilih cermin yang baik untuk diri kita.

Wallohu A’lam.

 

Ditulis oleh:
👤 Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
(Kontributor bimbinganislam.com)



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS