Taklid Buta Kepada Ustadz Ulama

Pertanyaan :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Afwan ustadz ada beberapa pertanyaan yang ingin ana sampaikan :

1. Islam itu Ittiba‘ bukan Taklid, apakah ngefans (fanatik) dengan salah satu al ustadz termasuk taklid?

2. Siapakah yang pantas kita ambil ilmunya? di kalangan ummahat yang mengaji ana sempet dengar, beliau tidak mau datang dikarenakan al ustadz yang akan menyampaikan kajian tidak bergelar Lc. menurut ana, siapapun mereka yang akan menyampaikan ilmu haruslah sesuai alquran dan alhadits walaupun itu dari kalangan nadhiyin.

afwan ana baru dalam hal ilmu

(Dari Ummu Haura Di Surabaya Anggota Grup WA Bimbingan Islam T05 G-60)

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته

Ngefans dalam artian suka yang wajar yang tidak keluar dari koridor syariat maka tidak mengapa. Suka terhadap ketinggian ilmu dan kemuliaan kahlak, kelurusan aqidah dan manhaj ini semua hal yang wajar. Tapi jika seorang wanita suka kepada ustadz dikarenakan faktor fisik dan rupa ini yang terlarang. Adapun fanatik buta kepada pendapat-pendapat si ustadz juga terlarang hukumnya.

Dan orang yang pantas kita ambil ilmunya tidak mesti bergelar Lc atau gelar-gelar lainnya. Namun selain ilmu diperlukan pula keluhuran adab dan akhlak, kelurusan aqidah serta manhaj dari ustadz yang kita ambil ilmunya. Allah ta’ala berfirman :

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika engkau tidak tahu” (QS. An Nahl: 43)
Muhammad bin Sirin (seorang pembesar ulama tabi’in) berkata :

إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم

”Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari siapakah kalian mengambil agama kalian”. (HR. Muslim dalam muqaddimah kitab Shahih-nya : 1/7).

Seperti apakah kriteria pemikul ilmu yang layak kita ambil ilmunya ? jawabnya adalah orang-orang yang memiliki kriteria sebagaimana sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini :

يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله ينفون عنه تحريف الغالين وتأويل الجاهلين وانتحال المبطلين قال فسبيل العلم ان يحمل عمن هذه سبيله ووصفه

”Ilmu (agama) ini akan dibawa oleh orang-orang terpercaya dari setiap generasi. Mereka akan meluruskan penyimpangan orang-orang yang melampaui batas, ta’wil orang-orang jahil, dan pemalsuan orang-orang bathil. Ilmu ini hanya layak disandang oleh orang-orang yang memiliki karakter dan sifat seperti itu”. (Al-Jami’ Li-Akhlaqir Rawi Wa Adabis Sami’ oleh Al-Khathib Al-Baghdadi : 1/12).

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Abul Aswad Al Bayati