Tafsir

Tafsir Surat An-Naba (Ayat 1-30)

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Tafsir Surat An-Naba (ayat 1-30)

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Tafsir Surat An-Naba. Selamat membaca.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

[lwptoc]

Tafsir Surat An-Naba Ayat 1

عَمَّ يَتَسَاءَلُونَ

(1) Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?

Perihal apa para pendusta ayat-ayat Allah itu bertanya?

Tafsir Surat An-Naba Ayat 2

عَنِ النَّبَإِ الْعَظِيمِ

(2) Tentang berita yang besar,

Tentang berita besar yang sudah begitu panjang mereka perselisihkan.

Tafsir Ayat 3

الَّذِي هُمْ فِيهِ مُخْتَلِفُونَ.

(3) yang mereka perselisihkan tentangnya.

Telah tersebar perselisihan mereka (orang-orang musyrik) terkait berita besar tersebut dalam bentuk pendustaan dan pengingkaran, padahal itu adalah berita agung yang tidak ada keraguan sedikit pun.

 

Tafsir Ayat 4 &5

كَلا سَيَعْلَمُونَ ثُمَّ كَلا سَيَعْلَمُونَ

(4,5) Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka mengetahui.

Mereka kelak akan mengetahui tatkala adzab yang mereka dustakan itu benar-benar menimpa mereka, ketika mereka benar-benar didorong ke neraka jahannam.

Tafsir Ayat 6

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

(6) Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

Bukankah kami telah menganugrahkan pada kalian nikmat yang besar, kami jadikan untuk kalian bumi yang terhampar, siap untuk kalian, untuk kemaslahatan kalian, untuk bercocok tanam, tempat tinggal dan jalan bagi kalian.

Tafsir Ayat 7

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا.

(7) dan gunung-gunung sebagai pasak?,

Gunung-gunung tersebut menahan bumi supaya tidak goncang dan mengayun (bergerak/gempa).

Tafsir Ayat 8

وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

(8) dan Kami jadikan kalian berpasang-pasangan,

Lelaki dan perempuan dari satu jenis yang sama, supaya masing-masing bisa tentram dengan yang lain. Terciptalah cinta dan kasih sayang dan terlahirlah dari keduanya anak keturunan.

Tafsir Ayat 9

وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا.

(9) dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,

waktu istirahat kalian, dan juga yang menghentikan kesibukan kalian.

Tafsir Ayat 10

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

(10) dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,

Kegelapan malam menyelimuti dan menutupi kalian, sebagaimana baju menutupi pemakainya.

Tafsir Ayat 11

وَجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًا

(11) dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,

Kami jadikan waktu siang sebagai penghidupan, yaitu waktu kalian menyebar untuk mencari kebutuhan hidup, dan berupaya untuk meraih kemaslahatan.

Tafsir Ayat 12

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًا

(12) dan Kami binakan di atas kalian tujuh buah (langit) yang kokoh,

Yaitu tujuh lapis langit yang begitu kuat dan sangat kokoh.

Tafsir Ayat 13

وَجَعَلْنَا سِرَاجًا وَهَّاجًا.

(13) dan Kami jadikan pelita yang amat terang

Allah memberikan perhatian pada lafadz “سراجpelita”, ketahuilah bahwa yang dimaksudkan adalah matahari dengan sinarnya, yang sinar tersebut menjadi sesuatu yang sangat penting bagi makhluk. Allah juga memberi perhatian pada lafadz “terang-benderangالوهاج” yang mengandung rasa panas dimana terdapat banyak maslahat di dalamnya.

Tafsir Ayat 14

وَأَنزلْنَا مِنَ الْمُعْصِرَاتِ مَاءً ثَجَّاجًا

(14) dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,

Yaitu dari awan, berupa air yang sangat berlimpah.

Tafsir Ayat 15

لِنُخْرِجَ بِهِ حَبًّا وَنَبَاتًا

(15) supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,

Yaitu biji-bijian berupa gandum bur, jagung, padi, dan yang selainnya yang dikonsumsi manusia. Tumbuh-tumbuhan mencakup seluruh yang Allah jadikan sebagai makanan pokok bagi manusia dan hewan ternak mereka.

Tafsir Ayat 16

وَجَنَّاتٍ أَلْفَافًا

(16) dan kebun-kebun yang lebat?

Kebun-kebun yang begitu lebat, di dalamnya ada semua ragam buah-buahan yang lezat.

Kepada Zat yang menganugrahkan pada kalian nikmat yang begitu besar ini, yang tak terukur & tak terhitung jumlahnya, bagaimana kalian bisa kufur padaNya dan mendustakan apa yang Dia kabarkan berupa hari kebangkitan? Bagaimana bisa kalian menggunakan nikmatNya untuk bermaksiat padaNya dan kalian mengingkari kenikmatan itu?

Tafsir Ayat 17

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا

(17) Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

Yaitu hari kiamat yang sering dipertanyakan oleh pendusta ayat-ayat Allah dan diingkari oleh penentangNya. Hari itu adalah waktu yang sudah ditetapkan untuk makhluk.

Tafsir Ayat 18

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا.

(18) yaitu hari ditiupnya sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

Pada saat itu terjadi kekacauan dan goncangan yang menjadikan anak kecil beruban dan hati menjadi begitu gelisah.

Tafsir Ayat 19

وَفُتِحَتِ السَّماءُ فَكانَت أَبوابًا

(19) dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,

Langit memiliki pintu yang begitu banyak untuk turunnya para malaikat.

Tafsir Ayat 20

وَسُيِّرَتِ الجِبالُ فَكانَت سَرابًا

(20) dan dijalankanlah gunung-gunung maka ia seperti fatamorgana.

Maka diperjalankanlah gunung-gunung sampai menjadi seperti debu yang terhampar, langitpun terpecah menjadi pintu-pintu dan Allah menghukum antara makhluk-makhlukNya dengan hukum yang tidak zholim sedikitpun.

Tafsir Ayat 21

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا.

(21) Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai,

Allah jadikan jahannam dipersiapkan untuk orang-orang yang melampaui batas, Allah jadikan sebagai tempat tinggal dan tempat kembali bagi mereka.

Tafsir Ayat 22

لِلطّاغينَ مَآبًا

(22) dan menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,

Allah jadikan sebagai tempat tinggal dan kembali untuk mereka.

Tafsir Ayat 23

لابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابًا

(23) mereka tinggal di dalamnya dengan masa yang lama,

Masa yang begitu lama, satu huqb (bentuk tunggal dari ahqab) adalah 80 tahun.

Tafsir Ayat 24

لا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرْدًا وَلا شَرَابًا

(24) mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,

Mereka tidak mendapati apa yang bisa menyejukkan tubuh mereka, juga tidak mendapati sesuatu yang bisa menghilangkan dahaga.

Tafsir Ayat 25

إِلا حَمِيمًا وَغَسَّاقًا

(25) selain air yang mendidih dan nanah,

Selain air panas yang bisa melepuhkan wajah dan memutus usus mereka, dan nanahnya penghuni neraka yang begitu busuk dengan rasa yang sangat menjijikan.

Tafsir Ayat 26

جَزاءً وِفاقًا

(26) sebagai pambalasan yang setimpal.

Mereka pantas mendapatkan hukuman yang mengerikan sebagai balasan yang setimpal atas apa yang dahulu mereka kerjakan berupa amal-amal yang mengantarkan pada hukuman tersebut, mereka mendzolimi diri mereka sendiri.

Tafsir Ayat 27

إِنَّهُمْ كَانُوا لا يَرْجُونَ حِسَابًا

(27) Sesungguhnya mereka tidak berharap (takut) kepada hisab,

Mereka tidak mengimani hari kebangkitan, tidak percaya bahwa Allah akan membalas kebaikan dan keburukan kepada makhluk. Karenanya mereka lalai beramal untuk menyongsong akhirat.

Tafsir Ayat 28

وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا كِذَّابًا

(28) dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguh.

Mereka sungguh mendustakan ayat-ayat Allah dengan jelas dan terang. Bahkan ketika datang penjelasan pada mereka, mereka pun menentangnya.

Tafsir Ayat 29

وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ كِتَابًا.

(29) Dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.

Baik yang sedikit maupun yang banyak, kebaikan maupun keburukan, sudah kami catat di Lauhul Mahfuzh.

Tafsir Ayat 30

فَذُوقُوا فَلَنْ نزيدَكُمْ إِلا عَذَابًا

(30) Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.

Rasakanlah wahai orang-orang yang mendustakan adzab yang pedih dan kehinaan yang kekal ini! Setiap waktu adzab mereka semakin bertambah dahsyat.


Penerjemah: Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I.
Murojaah: Amrullah Akadhinta, S.T.

Ustadz Setiawan Tugiyono, B.A., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button