Tafsir QS Ali Imron 142 Tentang Kesabaran

Tafsir QS Ali Imron 142 Tentang Kesabaran

Pertanyaan :

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Ustadz, mohon penjelasan mengenai QS. Ali Imran : 142, “apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang orang yang sabar.”

Syukron.

(Dari Hamba Alloh di Semarang Anggota Grup WA Bimbingan Islam T04 G-59 )

Jawaban :

 

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kita simak sejenak penjelasan ringkas terhadap ayat yang mulia ini yang disampaikan oleh beberapa ahli tafsir berikut ini :

 

وَالْمَقْصُودُ مِنْ هَذِهِ الْآيَةِ مَا ذَكَرْنَا أَنَّ أَصْحَابَ الرَّسُولِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ كَانَ يَنَالُهُمُ الْأَمْرُ الْعَظِيمُ مِنَ الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَالْيَهُودِ، وَلَمَّا أُذِنَ لَهُمْ فِي الْقِتَالِ نَالَهُمْ مِنَ الْجِرَاحِ وَذَهَابِ الْأَمْوَالِ وَالنُّفُوسِ مَا لَا يَخْفَى، فَعَزَّاهُمُ اللَّهُ فِي ذَلِكَ وَبَيَّنَ أَنَّ حَالَ مَنْ قَبْلَهُمْ فِي طَلَبِ الدِّينِ كَانَ كَذَلِكَ، وَالْمُصِيبَةُ إِذَا عَمَّتْ طَابَتْ، وَذَكَرَ اللَّهُ مِنْ قِصَّةِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَإِلْقَائِهِ فِي النَّارِ، وَمِنْ أَمْرِ أَيُّوبَ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَمَا ابْتَلَاهُ اللَّهُ بِهِ، وَمِنْ أَمْرِ سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلَامُ فِي مُصَابَرَتِهِمْ عَلَى أَنْوَاعِ الْبَلَاءِ

 

“Maksud dari ayat ini ialah sesuai dengan apa yang telah kami sebutkan bahwa para sahabat rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan musibah besar berupa kesulitan, kesusahan yang dilancarkan oleh orang-orang musyrikin, munafikin dan orang-orang yahudi. Dan ketika para sahabat mendapatkan ijin dari Allah untuk berperang, mereka mendapatkan luka, hilangnya harta serta jiwa sebagaimana diketahui bersama. Maka Allah memuliakan mereka dengan sebab pengorbanan ini, dan Allah menjelaskan bahwa kondisi umat terdahulu yang memperjuangkan agama juga demikian. Dan musibah itu jika sudah menggempur lama-kelamaan akan terasa nyaman. Kemudian Allah mengingatkan tentang kisah Ibrahim yang dilemparkan ke dalam api, dan tentang kisah Ayyub beserta ujian Allah kepada beliau. Dan juga tentang kondisi seluruh para nabi serta kesabaran mereka didalam menghadapi berbagai macam musibah”. (Tafsir Ar-Razi : 6/379).

Demikianlah sunnah Allah yang berlaku di alam ini bagi para pejuang agama islam, bagi para da’i yang menyerukan dakwah tauhid, mengajak manusia pada peribadahan kepada Allah saja dan meninggalkan peribadahan kepada selain Allah. Dan itu adalah cara Allah untuk membuktikan mana hamba-hamba-Nya yang benar-benar ikhlas di dalam mengabdi kepada Allah.

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman :

 

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آَمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

 

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana cobaan yang menimpa orang-orang sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan). Sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesunggunhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” [Q.S. Al Baqarah : 214]

Ayat tadi menerangkan bahwa semakin berat ujian melanda, maka akan semakin dekat pula pertolongan Allah. Dan kesudahan yang baik akan didapatkan oleh kaum muslimin. Keberadaan musibah, kesulitan yang ditemui di tengah kancah dakwah ilallah justru akan menjadi sebab seorang hamba memiliki derajat tinggi di sisi Allah. Al Imam Ibnu Katsir berkata menjelaskan hasil akhir dari hamba-hamba Allah yang sabar menghadapi ujian serta cobaan :

 

يقول تعالى مخاطبا عباده المؤمنين الذين أصيبوا يوم أحد ، وقتل منهم سبعون : ( قد خلت من قبلكم سنن ) أي : قد جرى نحو هذا على الأمم الذين كانوا من قبلكم من أتباع الأنبياء ، ثم كانت العاقبة لهم والدائرة على الكافرين ، ولهذا قال : ( فسيروا في الأرض فانظروا كيف كان عاقبة المكذبين )

 

“Allah ta’ala mengajak bicara hamba-hamba-Nya yang beriman yang mengalami ujian berat pada perang Uhud hingga terbunuh sebanyak tujuh puluh dan ‘sesungguhnya telah berlalu sebelum kalian sunnah-sunnah Allah’. Maksudnya telah terjadi sebelum hari ini kejadian yang sama yang menimpa umat-umat sebelum kalian dari kalangan para pengikut para nabi dan rasul. Kemudian hasil akhirnya kemenangan untuk mereka dan kekalahan serta kerugian bagi orang-orang kafir. Maka dari itu Allah ta’ala berfirman, ‘Berjalanlah kalian di atas muka bumi lalu lihatlah bagaimana akibat buruk yang menimpa para pendusta”. (Tafsir Ibnu Katsir : 403).

Wallahu a’lam.

Referensi :

  • Mafatihul Ghaib/Tafsir Ar-Razi oleh Fachruddin Ar-Razi

  • Tafsir Al-Qur’anul Adzim/Tafsir Ibnu Katsir oleh Abul Fida’ Ibnu Katsir

Konsultasi Bimbingan Islam

Ustadz Abul Aswad Al Bayati

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS