Tafsir Dua Kerusahan yang Akan Ditimbulkan Bani Israil

‘Afwan ustd mau nanya, Allah berfirman dalam surat al-Isra’ ayat 4-6 (artinya) :

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: ‘Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.’ (QS. 17:4) Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. (QS. 17:5) Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kelompok yang lebih besar. (QS. 17:6).

Pertanyaannya:

1. Apakah israel sekarang sama dengan bani israil dalam ayat tersebut?

2. maksudnya kerusakan apa yang mereka lakukan 2 kali?

3. siapakah kekuatan besar dari hamba hamba kami dalam ayat tersebut?*


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Ayyuhal Ikhwan wal Akhwat Baarakallah Fiikum Jami’an

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS. Al Isra: 4).

Jawaban Pertanyaan

1. Apakah Bani Israil sekarang sama dengan Bani Israil dalam ayat tersebut?

Tidak sama. Bani Israil adalah keturunan Nabi Ya’qub ‘alaihissalam. Adapun israil sekarang ini adalah Negara zionis yahudi. Dan karena telah berlalu waktu yang lama, merupakan keniscayaan bahwa bangsa di dunia telah mengalami perubahan di berbagai macam sector, tak terkecuali dari sisi persilangan keturunan antar ras dan bangsa.

Patokannya kita sebagai kaum muslimin mengambil pelajaran berharga dari ayat syar’i adalah keumuman lafazh pada ayat-ayat Al Qur’an (ancaman bagi siapa saja yang berbuat kerusakan di bumi) bukan kekhususan sebab (yang berbuat kerusakan itu hanya orang bani israil saja, kalau kita “santuy” aja, sikap seperti ini tidak dibenarkan).

2. Apa maksudnya kerusakan apa yang mereka lakukan 2 kali?

Maksudnya mereka akan membuat kerusakan sebanyak dua kali di bumi yang mereka tinggali, yaitu di Baitul Maqdis dan sekitarnya; mereka akan mengusai manusia dengan penuh kezaliman dan penindasan.

Di masa lalu mereka membunuh para nabi, kemudian berlanjut setelah di utusnya Nabi yang terakhir (datangnya Islam).

Ada juga yang menafsirkan pada kali pertama adalah dengan membunuh Asy’iya (Nabi Yesaya), atau dengan memenjarakan Armiya’ (Nabi Armia), atau dengan melanggar hukum-hukum Taurat. Sedangkan kali kedua adalah dengan membunuh Nabi Yahya bin Zakariya dan keinginan mereka untuk membunuh Nabi Isa (‘alaihimussalam ajma’in). terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa kerusakan pertama telah mereka lakukan namun belum terjadi yang kedua. (lihat Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia, & Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah berkenaan dengan ayat ini).

Juga dalam firmanNya:

فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ أُو۟لِى بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا۟ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا

Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. (QS. Al Isra: 5).

3. Siapakah kekuatan besar dari hamba hamba kami dalam ayat tersebut?

Ulama berbeda pendapat tentang kekuatan besar dari hamba-hamba kami, yaitu orang-orang yang menguasai Bani

Israil itu, hanya saja mereka sepakat bahwa mereka yang menguasai itu adalah orang-orang kafir. Ada yang mengatakan, bahwa mereka itu adalah Jalut dan tentara-tentaranya, ada yang mengatakan mereka adalah para penyembah berhala dari daerah Babilonia di Iraq. Mereka itu adalah Nebuchadnezar dan pasukannya. (lihat Tafsir; Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, & Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Universitas Islam Madinah berkenaan dengan ayat ini).

Juga dalam firmanNya:

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. (QS. Al Isra: 6).

Maksudnya; *Kemudian setelah kalian bertaubat (bertaubat dulu dan kembali kepada syariat dan ajaran agama Allah Ta’ala),* Kami kembalikan kerajaan dan kemenangan kalian. Dan Kami limpahkan kepada kalian harta benda dan anak setelah kalian dirampas dan ditawan. Dan Kami jadikan kalian memiliki jumlah yang lebih banyak dari mereka. (lihat penjelasannya dalam kitab Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir berkenaan dengan surat Al Isra ayat 6, karya Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar).

Wallahu Ta’ala A’lam.

Wabillahit Taufiq.