Tafsir Ayat Sabar Dalam Surat Al-Ma’arij

Tafsir Ayat Sabar Dalam Surat Al-Ma’arij

Terdapat pertanyaan dari member grup WA Bimbingan Islam (BiAS) berkenaan Tafsir Ayat Sabar dalam Surat Al-Ma’arij. Simak penjelasannya berikut ini!

Tafsir Ayat Sabar Dalam Surat Al-Ma’arij

Tanya Jawab Grup WA Admin Akhwat Bimbingan Islam

Pertanyaan:

بسم اللّه الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Pertanyaan dari Sahabat BiAS T08-G01; Ustadz, apa tafsir dari ayat ini;
“Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik”. (QS. Al-Ma’arij 70: Ayat 5)
Jazaakumullahu khairan

(Disampaikan: admin BiAS T07)

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Makna ayat ini tentunya sangat luas, seluas kitab-kitab tafsir yang dituliskan oleh para ulama terhadap kitab suci Al-Qur’an secara umum dan terhadap ayat tadi secara khusus. Dan kita nukilkan beberapa ucapan para ulama ahli tafsir terhadap ayat ini, Al-Imam Al-Qurthubi menyatakan:

قوله تعالى : فاصبر صبرا جميلا أي على أذى قومك . والصبر الجميل : هو الذي لا جزع فيه ولا شكوى لغير الله

Firman Allah ta’ala: “Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik” (QS. Al-Ma’arij 70: Ayat 5) Maknanya adalah bersabar terhadap gangguan kaum-mu. Dan kesabaran yang baik adalah kesabaran yang tidak ada di dalamnya sikap stress tidak ada pula aktivitas mengeluh terhadap selain Allah ta’ala.” (Al-Jami’ Liahkamil Qur’an jilid. 18 ketika menafsirkan QS Al-Ma’arij: 5).

Kesabaran yang hakiki

Sejalan dengan hal di atas apa yang dinyatakan oleh Imam Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di beliau bertutur:

اصبر على دعوتك لقومك صبرا جميلا، لا تضجر فيه ولا ملل، بل استمر على أمر الله، وادع عباده إلى توحيده، ولا يمنعك عنهم ما ترى من عدم انقيادهم، وعدم رغبتهم، فإن في الصبر على ذلك خيرا كثيرا.

“Bersabarlah didalam mendakwahi kaum-mu dengan kesabaran yang baik, jangan engkau goncang, jangan bosan, akan tetapi teruslah berdakwah dan serulah hamba Allah ta’ala agar mentauhidkan Allah. Jangan engkau mundur hanya karena mereka tidak taat dan tidak menyambut baik. Karena kesabaran di dalam mendakwahkan tauhid itu adalah mengandung kebaikan yang teramat sangat banyak.” (Taisir Karimirrahman Fi Tafsir Kalamil Mannan : 886).

Sehingga makna kesabaran yang baik di dalam ayat tersebut di atas adalah kesabaran yang tidak mengandung kelemahan, putus asa, lemah semangat, dan tidak mengandung keluh kesah terhadap selain Allah ta’ala.

Akan tetapi, kita mengadukan segala kesedihan kita, bala’, musibah yang menimpa hanya kepada Allah ta’ala. Allah berfirman ketika mengisahkan kesedihan nabi Ya’qub ‘alaihissalam:

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”. (QS Yusuf : 86)

Ayat tersebut juga mengandung pelajaran untuk tetap istiqamah mengumandangkan dakwah tauhid meski aral dan rintangan menghadang. Meski sedikit pengikutnya, meski tidak disambut baik, meski tidak ditaati. Karena tujuan utama dari dakwah bukanlah mengumpulkan manusia sebanyak-banyaknya, akan tetapi menyelamatkan manusia dari jurang kesyirikan menuju kepada terangnya cahaya tauhid.

Wallahu a’lam, wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله
Rabu, 9 Muharram 1440 H / 19 September 2018 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS