Home Konsultasi Adab & Akhlak Ta’awun dalam Islam

Ta’awun dalam Islam

Ta’awun dalam Islam
Manusia diciptakan oleh Allah ﷻ sebagai makhluk yang tidak dapat mandiri secara mutlak, manusia butuh kepada bantuan orang lain dalam banyak hal. Dan ini adalah sebuah kepastian yang tidak dapat diingkari.

Ta’awun dalam Islam

Pengertian Ta’awun.
Ta’awun berasal dari bahasa arab yang berarti saling membantu atau tolong menolong.

Manusia sebagai makhluk sosial

Manusia diciptakan oleh Allah ﷻ sebagai makhluk yang tidak dapat mandiri secara mutlak, manusia butuh kepada bantuan orang lain dalam banyak hal. Dan ini adalah sebuah kepastian yang tidak dapat diingkari.

Contoh sederhana saja, berapa orang yang dibutuhkan sampai kita bisa makan sesuap nasi? Kita butuh seorang petani untuk mengurus penanaman padi, lalu penggilingan padi, setelah menjadi beras ada orang lain yang mengambil beras tersebut dan mendistribusikannya ke pedagang, sehingga kita bisa membelinya. Setelah itu kita butuh alat untuk memasak beras tersebut agar menjadi nasi sehingga kita bisa nikmati.

Berapa orang yang terlibat? Dan itu belum tersebut pabrik yang memproduksi alat bajak sawah dan penggilingan padi, begitu juga alat masak dan hal lainnya. Ini membuktikan sekaya, sekuat, dan sehebat apapun manusia dia butuh bantuan orang lain. Allah ﷻ berfirman:

أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ 

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. [Az Zukhruf:32].

Baca Juga:  Tata Cara Shalat Istikharah

Tolong-menolong dalam islam

Agama islam sebagai agama yang sempurna sangat memperhatikan masalah tolong-menolong, karena agama ini datang dari Sang Pencipta yang paling tahu kemaslahatan hambaNya. Oleh karenanya kita akan banyak menemukan syariat tolong menolong dalam agama islam, diantaranya:
Firman Allah ﷻ :

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ…

ٱلۡعِقَابِ

“….Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. [Al Ma”idah:2].

Bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ mempermisalkan kaum mukminin sebagai sebuah bangunan yang saling menguatkan, beliau ﷺ bersabda:

المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كالبُنْيانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya ibarat sebuah bangunan, saling menguatkan sesama mereka.” (HR. Muslim no. 2585).
Rasulullah ﷺ bersabda:

المُسْلِمُ أخُو المُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ ولاَ يُسْلِمُهُ، ومَن كانَ فِي حاجَةِ أخِيهِ كانَ اللَّهُ فِي حاجَتِهِ، ومَن فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً، فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِن كُرُباتِ يَوْمِ القِيامَةِ، ومَن سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيامَةِ

“Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, dia tidak akan menzhalimi saudaranya atau membiarkan saudaranya dizhalimi. Siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa yang membantu menghilangkan kesulitan seorang muslim, Allah akan menghilangkan kesulitannya pada hari kiamat, dan siapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 2442).

Baca Juga:  Larangan Nabi ﷺ menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah

Rasulullah ﷺ bersabda:

واللهُ فِي عَوْنِ العَبْدِ ما كانَ العَبْدُ فِي عَوْنِ أخِيهِ

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).

Kaedah islam dalam tolong menolong.
Tolong-menolong dalam islam dibangun diatas sebuah kaedah yang ada dalam firman Allah:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

“….Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. [Al Ma”idah:2].

Al-Qurthuby berkata:

وهُوَ أمْرٌ لِجَمِيعِ الخَلْقِ بِالتَّعاوُنِ عَلى البِرِّ والتَّقْوى، أيْ لِيُعِنْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا، وتَحاثُّوا عَلى ما أمَرَ اللَّهُ تَعالى واعْمَلُوا بِهِ، وانْتَهُوا عَمّا نَهى اللَّهُ عَنْهُ وامْتَنِعُوا مِنهُ

“Ayat tersebut adalah perintah untuk setiap makhluk agar senantiasa tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, maksudnya: sebagian kalian harus menolong sebagiannya lagi, dan kalian harus saling memotivasi untuk mentaati segala perintah Allah dan mengamalkannya, dan berhenti dari segala yang Allah larang.” (Tafsir Qurthuby : 6/46).

Baca Juga:  Panggil Anak Dengan Julukan Sebagai Penghormatan

Jadi, tolong-menolong selama dalam lingkup kebaikan, ketaatan dan ketakwaan dianjurkan bahkan diwajibkan dalam sebagian perkara. Adapun dalam perkara dosa ataupun melanggar syariat Allah, haram hukumnya terlibat didalamnya.

Imam Ghazali menukilkan perkataan sebagian salaf:

ما انتهك المرء من أخيه حرمة أعظم من أن يساعده على معصية

“Tidaklah seorang muslim merusak kehormatan saudaranya yang jauh lebih besar daripada membantunya melakukan kemaksiatan”. (Ihya ‘ulumuddin : 4/33).

Disusun oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Selasa, 18 Dzul Qa’idah 1442 H  / 29 Juni 2021 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini