Syubhat Tentang Bolehnya Melawan Pemimpin Dzolim

Syubhat Tentang Bolehnya Melawan Pemimpin Dzolim

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz, ana ingin bertanya mengenai hadits ketaatan kepada penguasa, sebagai berikut:

تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka.” (HR. Muslim)

Bagaimana dengan syubhat jika kita harta kita diambil dengan jumlah yang sangat besar, kemudian kita membalasnya dengan mengambil harta penguasa dengan dalil di bawah ini.
Imam At-Thobari dalam tafsirnya menegaskan:

فالعدوان الأول ظلم والثاني جزاء لا ظلم بل هو عدل لأنه عقوبة للظالم على ظلمه

_”Kejahatan orang yang pertama merupakan perbuatan zalim, dan balasan kejahatan yang setimpal dari orang kedua (dizalimi) merupakan ganjaran bagi orang pertama, sebab hal ini merupakan balasan perbuatan zalim atas orang zalim tersebut.”_ (Tafsir At-Thobari).

Syukron, Ustadz.
Jazaakallahu khoiron wa baarakallaahu fiik.

(Abu Mandala, Admin BiAS N01)

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Hadits kedua tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan kasus kejahatan penguasa, ia adalah hadits yang umum yang harus dibawa kepada hadits khusus yang berkaitan dengan kejahatan penguasa diantaranya hadits pertama yang dinukil oleh penanya.

Kaidah ushul menyatakan:

حمل المطلق على المقيد واجب

_”Membawa dalil yang mutlak kepada dalil yang terikat wajib hukumnya.”_

Syaikh Masyhur Hasan Ali Salman menjelaskan sebab kewajiban ini beliau berkata:

لماذا نحمل المطلق على المقيد ولا نحمل المقيد على المطلق ؟
نحن نحمل المطلق على المقيد لأسباب أشهرها اثنان :
أولا : المطلق ساكت ليس فيه بيان والمقيد فيه بيان ونحن نحمل الساكت الذي ليس فيه بيان على الذي فيه بيان

“Kenapa kita wajib membawa dalil mutlak kepada muqayyad dan tidak sebaliknya? Membawa dalil mutlak kepada muqayyad itu dikarenakan dua sebab yang terkenal, pertama:

Sesuatu yang mutlak itu diam tidak ada penjelasan di dalamnya, sedangkan dalil yang muqayyad itu di dalamnya ada penjelasan dan kita membawa sesuatu yang diam yang tidak ada penjelasan kepada sesuatu yang di dalamnya ada penjelasan.”  (Al-Kalimat An-Nayyirat : 8/38).

Hadits yang kedua yang dinukil oleh penanya tidak ada penjelasan tentang sikap kita menghadapi kejahatan penguasa, sedang dalil pertama ada penjelasan tentangnya. Maka kita membawa hadits yang mutlak kepada hadits yang muqayyad.

Wallahu a’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayaty حفظه الله

Tanya Jawab
Grup Admin Bimbingan Islam N01
Jum’at, 24 Rajab 1438H / 21 Maret 2017M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS