Syirik yang Tidak Diketahui dan Disadari Sampai Akhir Hayat

Syirik yang Tidak Diketahui dan Disadari Sampai Akhir Hayat

Syirik yang Tidak Diketahui dan Disadari Sampai Akhir Hayat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang syirik yang tidak diketahui dan tidak disadari sampai akhir hayat, selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

‘Afwan izin bertanya, ustadz.

Apabila seseorang yang dalam hatinya beriman kepada Allah, tidak mengetahui karena keterbatasan ilmu tentang sebuah perkara yang diajak orang kepadanya adalah syirik.
Kemudian dia mengikutinya tanpa tahu itu adalah syirik serta sampai akhir hayat ia tak tahu dan hanya pernah melakukannya sekali itu saja.
Kemudian diakhir hayatnya orang tersebut meninggal dan berhasil mengucapkan kalimat tauhid, apakah ia tetap meninggal dalam keadaan islam?

Dan apakah keistimewaan kalimat tauhid bagi orang yang mengucapkannya sebelum meninggal?

Tanya Jawab AISHAH – akademi shalihah
(Disampaikan Oleh Fulanah – SahabatAISHAH Pekanbaru)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

alhamdulillāh wa shalātu wa salāmu ‘alā rasūlillāh.

Syaikh sholih Al-utsaimin rahimahullah berkata :

أن يكون من شخص يدين بالإسلام ولكنه عاش على هذا المكفر ولم يكن يخطر بباله أنه مخالف للإسلام، ولا نبهه أحد على ذلك فهذا تجري عليه أحكام الإسلام ظاهرا، أما في الآخرة فأمره إلى الله – عز وجل -.

“Seseorang yang beragama islam, dan dia melakukan hal yang bisa mengeluarkannya dari islam.
Namun dia tidak tahu jika hal tersebut menyelisihi islam, dan tidak ada yang mengingatkannya.
Maka orang ini dihukumi beragama islam di dunia, adapun diakhirat berada dibawah kehendak Allah.”
(Majmu’ fatawa syaikh Muhammad Sholih Al-Utsaimin jilid 7 : 38 – dari aplikasi maktabah syamilah)

Berdasarkan perkataan syaikh utsaimin diatas kita dapat menarik sebuah kesimpulan :
jika seseorang tidak mengetahui jika itu kesyirikan,dan dia sudah mencari tahu atau sudah belajar, namun tidak mengetahui permasalahan tersebut, maka dia tetap dihukumi sebagai seorang muslim.
Serta kita berharap Allah mengampuni dosanya diakhirat nanti.

Semoga kalimat tauhid yang diucapkan diakhir kehidupannya menjadi pertanda husnul khatimah, dan Allah ampuni dosa-dosanya, rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal dunia) ‘LAA ILAAHA ILLALLAAH” maka ia akan masuk surga.”
(HR Abu Dawud: 2709)

 

Wallahu a’lam,
Wabillahit taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Jum’at, 05 Shafar 1441 H / 03 Oktober 2019 M



Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS