Sutra Seperti Apa yang Dilarang Dalam Islam?

Sutra Seperti Apa yang Dilarang Dalam Islam?

Sutra Seperti Apa yang Dilarang Dalam Islam?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang hukum menerima uang dan nafkah hasil judi.
selamat membaca.

Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan admin serta kita semua dijaga Allah.

Ustadz, ‘afwan mau bertanya, perihal keharaman sutera untuk laki-laki, apakah juga berlaku untuk sarung bahan sutera yang dipakai untuk sholat bagi laki-laki?
Diharamkan jika murni 100% kain bahan sutera saja atau masih diperbolehkan jika kadar suteranya 50-50% dengan katun?
Karena ada teman saya yang mengajak berbisnis jualan sarung merk beha****x bahan sutra ini,

Matur nuwun ustadz.

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Iya benar sutra memang dilarang dan haram hukumnya digunakan oleh kaum lelaki, apakah itu untuk pakaian, alas, atau kasur atau penggunaan lainnya. Diantara dalilnya adalah riwayat sbb :

هَانَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَأَنْ نَجْلِسَ عَلَيْهِ

“kami dilarang oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dari menggunakan sutra, dibaj dan kami dilarang untuk duduk di atasnya.”
(HR Bukhari : 5837).

Imam An-Nawawi menyatakan

يَحْرُمُ عَلَى الرَّجُلِ اسْتِعْمَالُ الدِّيبَاجِ وَالْحَرِيرِ فِي اللُّبْسِ وَالْجُلُوسُ عَلَيْهِ وَالِاسْتِنَادُ إلَيْهِ وَالتَّغَطِّي بِهِ وَاِتِّخَاذُهُ سَتْرًا وَسَائِرُ وُجُوهِ اسْتِعْمَالِهِ

“Diharamkan bagi kaum lelaki untuk menggunakan dibaj dan sutra untuk pakaian, alas duduk, tempat bersandar, tutup kepala, atau dijadikan sebagai pembatas dan seluruh jenis penggunaan.”
(Majmu’ Syarah Muhadzdzab : 4/321).

Dan sutra yang dilarang adalah sutra alami yang murni yang terbuat dari kepompong ulat sutra. disebutkan dalam fatwa islamweb :

فإننا لا ندري ما هي أسماء الحرير الموجود في الأسواق، ولكننا نقول إن الحرير الذي ورد النص الشرعي بتحريمه على الرجال هو الحرير الأصلي الطبيعي الذي يخرج من دود القز، وأما النوع المذكور وغيره من المصنوعات فلا يدخل في النهي، وأما المخلوط فيجوز منه ما كان دون النصف

“Maka sesungguhnya kami tidak mengetahui nama nama sutra yang ada di pasaran. Akan tetapi kami mengatakan bahwa sutra yang dilarang oleh nash syariat bagi kaum lelaki adalah sutra yang asli, alami yang keluar dari kepomong ulat sutra.
Adapun jenis sutra yang disebutkan demikian pula sutra buatan lainnya maka tidak termasuk ke dalam larangan. Adapun campuran maka yang diperbolehkan selama tidak mencapai setengahnya.”
(Fatawa Islamweb no. 98008).

Semoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Ahad, 05 Sya’ban 1441 H/ 29 Maret 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS