Suami Sering Menonton Film Porno, Bolehkah Mengajukan Cerai bimbingan islam
Suami Sering Menonton Film Porno, Bolehkah Mengajukan Cerai bimbingan islam

Suami Sering Menonton Film Porno, Bolehkah Mengajukan Cerai?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang suami sering menonton film porno, bolehkah mengajukan cerai?
Selamat membaca.


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga ustadz dan keluarga senantiasa dikaruniai kesehatan dan keberkahan ilmu

Saya sudah menikah 15 tahun. Ternyata suami saya mempunyai kebiasaan jelek dari masa mudanya sampai sekarang yaitu mendownload dan menonton film porno. Beberapa kali, saya mendapati video tersebut di hp nya. Jika sudah begini biasanya film tersebut saya hapus. Setelah saya hapus, saya info kan ke suami, jika videonya sudah saya hapus. Selalu melakukan kesalahan yang sama.
Bahkan saya mengancam, jika suatu saat kedapatan lagi, saya akan memotong jenggotnya. Terus terang, saya sedih karena melihat penampilan yang sunnah tetap masih mempunyai kebiasaan maksiat seperti itu.

Dia sudah saya ijinkan menikah lagi, agar hasratnya bisa tersalurkan, tapi dia tidak mau. Semua cara telah saya lakukan termasuk mendoakannya tapi saya tidak bisa mengawasi dia selama 24 jam. Kehidupan rumah tangga saya, biasa-biasa saja. Tapi rejeki suami saya agak seret dan saya memiliki anak yang hiperaktif, emosinya meledak-ledak.

Yang ingin saya tanyakan :

– Boleh kah ancaman tsb saya lontarkan dan lakukan bila suami saya melakukan kesalahan yang sama ?
– Apakah karena di dalam keluarga masih ada yang berbuat maksiat sehingga mempengaruhi rejeki dan tingkah pola anak kami ?
– Bolehkan saya mengajukkan cerai dgn alasan tsb ?

Mohon penjelasannya ustadz. Jazaakallah khayran.

(Disampaikan oleh Fulanah, Member grup WA BiAS T07 G 75)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du

Tidak boleh melakukan ancaman berupa kemaksiatan. Karena memotong jenggot adalah sebuah kemaksiatan. Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan :

حلق اللحية أو قصها كله محرم ممنوع، لا يجوز للمسلم أن يقص لحيته ولا أن يحلقها، لما ثبت عن رسول الله عليه الصلاة والسلام أنه قال: قصوا الشوارب وأعفوا اللحى، خالفوا المشركين

“Mencukur habis jenggot atau memendekkannya adalah perbuatan haram dan terlarang. Tidak boleh bagi seorang muslim untuk memendekkan jenggotnya tidak boleh pula mencukur habis. Berdasarkan apa yang disabdakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam : Potonglah kumis dan biarkanlah jenggot, selisihilah kaum musyrikin.”
(Fatawa Syaikh Bin Baz no. 6960).

Adapun kondisi suami yang terus menerus melakukan kemaksiatan itu cukup menjadi alasan bagi istri untuk menuntut cerai. Akan tetapi jika dengan bercerai anak-anak menjadi korban dan tidak ada yang menafkahinya maka tetap mempertahankan pernikahan dengan terus menerus menasehati suami serta mendoakan kebaikan, mendoalan hidayah bagi suami. Imam Ibnu Utsaimin rahimahullahu ta’ala menyatakan :

طلب المرأة من زوجها المدمن على المخدرات الطلاق جائز ، لأن حال زوجها غير مرضية ، وفي هذه الحال إذا طلبت منه الطلاق فإن الأولاد يتبعونها إذا كانوا دون سبع سنين ، ويلزم الوالد بالإنفاق عليهم وإذا أمكن بقاؤها معه لتصلح من حاله بالنصيحة فهذا خير

“Wanita yang meminta cerai dari suaminya yang terus-menerus mengkonsumsi narkoba hukumnya boleh. Karena suaminya ada pada kondisi yang tidak terpuji.
Dalam situasi ini jika terjadi perceraian maka anak-anak mengikuti istri jika usia anak kurang dari tujuh tahun. Dan sang ayah wajib untuk menafkahi anak-anak ini. Jika memungkinkan bagi istri untuk terus bersama suaminya dalam rangka untuk memperbaikinya dengan nasehat maka ini sebuah kebaikan.”
(Fatawa Mar’ah Muslimah : 2/745-746).

Semoga bermanfaat,
Wallahu ta’ala a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Kamis, 11 Ramadhan 1441 H/ 04 Juni 2020 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini