Keluarga

Suami Chat Perempuan Teman Sekolahnya Dahulu

Suami Chat Perempuan Teman Sekolahnya Dahulu

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Suami Chat Perempuan Teman Sekolahnya Dahulu. Selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Suami saya pernah khilaf dengan teman SMPnya walaupun hanya via chat saja belum sampai jauh sudah ketahuan. Saya suruh blok dan hapus nomernya, 3 bulan kemudian saya mau membangunkan suami saya dengan cara menelfon Hp-nya, tetapi di-silent jadi saya nyalakan suaranya tanpa sengaja terlihat chat perempuan itu. Ketika beliau bangun dan saya tanya dia jawab cuma bisnis makanan saja.

Saya berusaha untuk percaya untuk kesekian kalinya tetapi hati saya merasa seperti tidak dihargai. Apa saya berdosa kalo saya marah karena seharusnya dia tidak menyimpan no HP perempuan itu lagi walaupun hanya hubungan teman saja untuk menghargai perasaan istrinya?

جزاك الله خيرا

(Dari Fulanah Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah. Amma ba’du.

Tidak salah memang seharusnya demikian. Seorang istri marah dan menegur suami yang menerjang batasan-batasan syariat. Berhubungan via chat dengan wanita asing yang tidak ada kepentingan apa-apa.

Nasehatilah suami dengan baik-baik, ingatkan dengan ayat, dengan hadits, ingatkan dengan rasa takut kepada Allah, ingatkan dengan anak-anak.

Dan sekiranya tidak mampu maka minta tolonglah kepada orang yang amanah yang disegani suami untuk menasehatinya. Dan doakan suami dengan kebaikan serta hidayah di waktu-waktu yang mustajabah.

Jangan lupa pula memberikan perhatian lebih kepada suami, sering-sering berdandan di hadapan suami, niatkan semuanya sebagai bentuk ibadah kepada Allah ta’ala.

Yang tidak kalah penting adalah juga memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Karena sering kali rusaknya hubungan antar sesama keluarga melainkan dikarenakan rusaknya hubungan kita dengan Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman :

Allah Ta’ala berfirman:

مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللهِ وَمَآ أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.”

(QS. An-Nisa’ : 79).

Sebagian ulama salaf sering memberikan nasehat satu sama lain dengan menyatakan:

من أصلح سريرته أصلح الله علانيته، ومن أصلح ما بينه وبين الله أصلح الله ما بينه وبين الناس

“Barang siapa memperbaiki rasa batinnya, maka Allah pasti akan memperbaiki dhahirnya. Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan mencukupkan kebutuhannya dengan manusia.”

(Lihat Ar Risalah At Tabukiyah : 92 karya Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah).

Wallahu a’lam

Dijawab oleh:
Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA. حفظه الله
Jumat, 1 Rabiul Awal 1443 H/ 8 Oktober 2021 M


 Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini 

Baca Juga :  Wajibkah Anak Perempuan Yang Sudah Menikah Menafkahi Ibunya?

USTADZ ABUL ASWAD AL BAYATI, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button