Solusi Wadah Hantaran Makanan Tidak Dikembalikan Tetangga

Solusi Wadah Hantaran Makanan Tidak Dikembalikan Tetangga

Solusi Wadah Hantaran Makanan Tidak Dikembalikan Tetangga

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Afwan Ustadz…
Saya suka masak dan suka saya bagikan sebagai hantaran ke tetangga. Hanya saja yang jadi masalah tetangga tidak langsung mengembalikan wadah piring/mangkoknya. Pernah sebulan baru dikembalikan itu pun setelah bertanya. Satu dua kali tidak masalah sebenarnya, tapi sempat yang terakhir saya dan suami baru ingat piring dan mangkok kami masih di tetangga. Karena setelah dihitung jumlah piring/mangkok kami berkurang.

Memang ini kelihatan sepele, tapi saya jadi bosan jika bertanya terus tetangga yang tidak ada kesadaran. Sebab pernah suatu waktu ketika ditanya jawabannya malah tidak ingat. Apakah boleh solusi untuk masalah tersebut kita tidak membagikan ke tetangga dulu untuk masakan khususnya yang berkuah? dan jika dibolehkan, bagaimana nanti kalau tetangga tersebut tahu jika tetangga satunya diberi, sedangkan dia tidak  maka apa yang harus dikatakan?

جزاك الله خيرا

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T07 G-77

Jawaban:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

بِسْـمِ الله

Alhamdulillāhi rabbil ālamīn

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi waman tabi’ahum bi ihsānin Ilā yaumil Qiyāmah. Amma ba’du

Afwan Wajazākallāh  khairan katsiran atas pertanyaan dan do’a yang antum sampaikan, solusi untuk mengatasi masalah wadah hantaran yang anda berikan kepada tetangga anda, maka bisa dengan kita membeli wadah yang sekali pakai, seperti wadah yang dipakai di rumah makan itu.

Atau, saat memberi hantaran makanan langsung kita katakan : “Mohon maaf ibu, tolong langsung dipindah ya.” atau “Bu piringnya saya tunggu ya.”

Dan semoga dengan kebaikan anda ini, akan ada efek baik bagi anda dan keluarga.

Apakah boleh untuk tidak membagikan ke tetangga dulu untuk masakan khususnya yang berkuah?

Saat kita memasak, dan hanya cukup untuk keluarga, maka tidak mengapa tidak memberi tetangga.

Memberi tetangga tidak harus, hanya saja Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan agar jika memasak memberi kepada tetangga.

Beliau mengatakan kepada Abu Dzar :

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً، فَأَكْثِرْ مَاءَهَا، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ

Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak masakan berkuah, banyakkan kuahnya, dan sesekali berikan kepada tetangga mu.
(HR. Muslim 2652.)

Kenapa kata تعاهد saya artikan, sesekali, karena تعاهد dalam syarahnya dikatakan :

تفقده وأحدث العهد به

Merasa kehilangan tetangga, atau memperbaharui hubungan.

Nanti kalau tetangga tersebut tahu tetangga satunya diberi dia tidak apa yang harus dikatakan?

Cukup katakan, “Mohon maaf bu, InsyaAllah lain kali ya (senyum)”

Walāhu a’lam, Wabillāhit taufiq

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Team Tanya Jawab Bimbingan Islam
📆 Selasa, 24 Rabi’ul Akhir 1440 H / 1 Januari 2019 M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS