KonsultasiMuamalah

Simulasi Kredit Tanpa Terkena Riba

Simulasi Kredit Tanpa Terkena Riba

Para pembaca bimbinganislam.com yang memiliki akhlak mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang simulasi kredit tanpa terkena riba.

Selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Izin bertanya, Ustadz. Si A punya modal untuk kredit barang, lalu si B punya teman yang mau kredit barang, jadi si B itu sebagai perantara saja. Misal harga kredit dari A 100 ribu, tapi B menambahkan 50 ribu, dan harga barang sampai ke C 150 ribu.

Apakah si B yang sebagai perantara telah melakukan riba? Mohon penjelasannya, Ustadz.

Jazakallahu khairan.

(Disampaikan oleh sahabat BiAS).

Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Baca Juga :  Hukum Menerima Undangan dan Makanan Dari Hasil Riba

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah, aamiin.

Tidak Mengapa

A disini sebagai penjual barang secara kredit, dan C sebagai pembeli. Jual beli ini diperantarai oleh si B. Si B menawarkan ke si A untuk menjadi wakilnya dalam menjualkan barang. Harga barang 100 ribu kredit, dan si B menjual ke si C dengan harga 150 ribu kredit.

Jika yang dimaksud penanya sesuai dengan gambaran diatas, maka tidak masuk ke dalam akad riba, selama tidak ada perjanjian denda ketika terjadi keterlambatan, dan harga barang jelas ketika akad. Adapun 50 ribu yang didapatkan oleh si B sebagai wakil si A, jika diizinkan oleh si A maka tidak mengapa, insya Allah.

تصرف وكيل متوقف على إذن موكل

“Tindakan wakil harus seizin pemberi kuasa (muwakkil).”

Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh :

Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله

Kamis, 10 Ramadhan 1442 H/ 22 April 2021 M

Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى

Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى klik disini

 

Baca Juga :  Marah Lalu Nadzar Puasa Satu Tahun, Bagaimana Hukumnya?

USTADZ MUHAMMAD IHSAN, S.Ag., M.HI.

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2011 – 2015, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2016 – 2021 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Syaikh Sulaiman & Syaikh Sholih As-Sindy di Malang 2018, Beberapa dars pada dauroh Syaikh Sholih Al-’Ushoimy di Masjid Nabawi, Dauroh Masyayikh Yaman tahun 2019, Belajar dengan Syaikh Labib tahun 2019 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Kegiatan bimbingan islam

Related Articles

Back to top button