Sifat Boleh Beda-beda, yang Penting Hati Jangan Keras

Sifat Boleh Beda-beda, yang Penting Hati Jangan Keras

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Saudaraku yang mencintai Sunnah dan dicintai oleh Alloh, setiap manusia tentu memiliki sifat yang berbeda-beda. Sifat-sifat tersebut pun bisa berubah-ubah setiap waktu. Begitu pula hati, dia pun memiliki sifat. Hati bisa menjadi sehat, juga bisa menjadi sakit. Hati bisa menjadi lunak, juga bisa menjadi sekeras batu.
Allahsubhânahu wa ta’âlâ berfirman:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

Artinya: “Kemudian setelah itu hati kalian menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi.” (QS Al-Baqarah : 74)

Ayat di atas juga dapat dikaitkan dengan penjelasan serta perkataan masyhur dari Malik bin Dinar rohimahulloh, beliau berkata:

مَا ضُرِبَ عَبْدٌ بِعُقُوْبَةٍ أَعْظَمِ مِنْ قَسْوَةِ قَلْبٍ، وَمَا غَضِبَ اللهُ -عَزَّ وَجَلَّ- عَلَى قَوْمٍ إِلَّا نَزَعَ مِنْهُمُ الرَّحْمَةَ

“Seorang hamba tidaklah dihukum dengan suatu hukuman yang lebih besar daripada hatinya yang dijadikan keras. Tidaklah Alloh ‘azza wajalla marah terhadap suatu kaum kecuali Dia akan mencabut rasa kasih sayang-Nya terhadap mereka.” (Ma’alimut-Tanzil VII/115)

Oleh karena itu saudaraku, mari sebisa mungkin kita perhatikan kondisi hati setiap saat. Selalu muhasabah (intropeksi & koreksi) dan muroqobah (mendekatkan & memperbaiki diri serta hati pada Alloh). Jangan sampai hati kita menjadi hati yang keras atau mulai timbul bibit-bibit keras yang pada akhirnya berubah menjadi keras. Sungguh meruginya orang yang berhati keras, sebab kerasnya hati merupakan tanda kemurkaan Alloh.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

TAUSIYAH
Bimbinganislam.com
Sabtu, 15 Ramadhan 1438H / 10 Juni 2017M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS