FiqihKonsultasi

Siapakah Keluarga Yang Mendapatkan Pahala Berqurban?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Siapakah Keluarga Yang Mendapatkan Pahala Berqurban?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Siapakah Keluarga Yang Mendapatkan Pahala Berqurban?. selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz dan keluarga diberikan kesehatan selalu. Afwan ustadz izin bertanya terkait qurban. Saya dan adik tinggal berbeda kota dengan orang tua, apakah yang disebut pahala qurban untuk satu keluarga itu yang hanya tinggal satu rumah?

Ana ingin berqurban lebih baik atas nama ana atau atas nama ayah saya sebagai kepala keluarga? posisinya ana tidak menanggung nafkah orang tua dan kami tidak tinggal serumah.

 


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Seekor kambing cukup untuk kurban satu keluarga, pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sebagaimana ditunjukkan dalam hadits dari Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan,

كَانَ الرَّجُلُ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

”Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai kurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi, ia menilainya shahih, Minhaajul Muslim, Hal. 264 dan 266).

Lalu kemudian dibolehkan bila ada maksimal 7 orang bersekutu dan berpatungan untuk menyembelih seekor sapi atau unta.

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ أَنْ نَشْتَرِكَ فِي الإِبِلِ وَالْبَقَرِ كُلُّ سَبْعَةٍ مِنَّا فِي بَدَنَةٍ

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam memerintahkan kami untuk bersekutu pada unta dan sapi, setiap tujuh orang satu hewan. (HR. Muslim)

Siapa yang dimaksud dengan keluarga disini ? Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan keluarga disini adalah yang memenuhi 3 syarat :

  1. Memiliki hubungan kekerabatan

2. Tinggal di satu rumah

3. Orang yang berkurban adalah yang menanggung nafkah semuanya.

Dan ada juga ulama yang tidak menyaratkan point 2 dan 3.

Perbedaan pendapat ini terjadi karena perbedaan pemahaman tentang dalil-dalil yang menunjukkan hal ini. Dalilnya sama tetapi cara memahaminya yang berbeda.

Maka dalam hal ini alangkah baiknya kita mengambil pendapat yang lebih hati-hati. Yaitu kita mengambil pendapat yang mensyaratkan 3 hal tersebut.

Oleh sebab itu, jika anda tinggal dirumah yang berbeda dengan ayah anda, maka sebaiknya masing-masing melakukan kurban sendiri. Anda berkurban untuk keluarga yang tinggal serumah dengan anda. Sedangkan ayah anda berkurban untuk keluarga yang tinggal dengan ayah anda.

والله أعلم بالصواب

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Achmad Nur Hanafi, Lc حافظه الله

Related Articles

Back to top button
situs togel situs togel https://getnick.org/ toto togel https://seomex.org/ situs togel dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto dentoto situs togel situs toto situs togel bandar togel https://robo-c.ai/ http://satisfieddegree.com/ http://e-bphtb.pandeglangkab.go.id/products/