Sholat Sunah Setelah Safar, Sunnah Yang Banyak Ditinggalkan

Sholat Sunah Setelah Safar, Sunnah Yang Banyak Ditinggalkan

Sholat Sunah Setelah Safar, Sunnah Yang Banyak Ditinggalkan

Di antara praktek sunah yang banyak ditinggalkan orang adalah sholat 2 rakaat setelah pulang dari safar. Syaikh Ibnu Utsaimin berkata setelah menjelaskan tentang sholat ini, “Aku tidak mengetahui orang yang mengerjakan sunah ini kecuali hanya sedikit saja. Ini karena ketidaktahuan orang dengan hal ini, padahal ini satu amalan yang ringan walhamdulillah.”

(Syarah Riyadhus Shalihin: 1/171)

Dalil Shalat Sunah Setelah Safar
Pertama, dari perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadits yang menceritakan kisah taubat Ka’ab bin Malik beliau menceritakan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dari perang Tabuk sekaligus yang menjadi kebiasan Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ ضُحًى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila datang dari safar beliaupun masuk ke dalam masjid dan sholat 2 rakaat sebelum duduk

(HR Bukhari & Muslim)

Kedua, perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Jabir bin Abdillah ketika Jabir baru saja tiba di Madinah dari sebuah safar dan beliau hendak menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada beliau:

الْآنَ حِينَ قَدِمْتَ؟ قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: فَدَعْ جَمَلَكَ، وَادْخُلْ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

“Engkau baru datang sekarang?”, Jabir berkata, “Iya”, Rasulullah pun bersabda, “TInggalkan untamu, masuklah dan sholatlah dua rakaat”

(HR Muslim)

Bagaimana & Kapan Mengerjakannya?
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Seseorang jika baru datang ke daerahnya hendaklah menuju masjid terlebih dahulu sebelum ia masuk ke rumahnya dan dia sholat 2 rakaat di masjid tersebut. Inilah sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik qauliyyah (diperintahkan beliau) maupun fi’liyyah (dilakukan beliau).”

Dari penjelasan tersebut dapat kita pahami beberapa hal sebagai berikut:

1. Sholat tersebut dilaksanakan sepulang safar apapun safarnya, baik safar mubah (bisnis, wisata dan lain-lain) maupun safar ketaatan (umroh, haji, berjihad dan lain-lain).
2. Sholat tersebut dilaksanakan di masjid tempat di daerah tempat tinggal orang tersebut.
3. Sholat tersebut dilakukan sebelum orang tersebut kembali ke rumahnya.
4. Sholat tersebut dilakukan sebanyak 2 rakaat.

Semoga yang ringkas ini bermanfaat, dan Allah memberikan taufik kepada kita untuk bisa mengamalkannya, wallahu a’lam.


Ditulis Oleh:

Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله
(Kontributor Bimbinganislam.com)



Ustadz Amrullah Akadhinta, ST.
Beliau adalah Sekretaris jenderal KIPMI, Direktur operasional BimbinganIslam (BiAS), Direktur TwitUlama, dan aktif di yayasan dan lembaga lainnya.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS