FiqihIbadahKonsultasi

Sholat Orang yang Buang Airnya Tidak Tuntas

Sholat Orang yang Buang Airnya Tidak Tuntas

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang sholat orang buang air tidak tuntas.
selamat membaca.


Pertanyaan :

بسم اللّه الرحمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz, mohon penjelasannya mengenai apa yang harus dilakukan seseorang yang habis buang air kecil tetapi tidak bisa tuntas, sehingga (mohon maaf) celana dalam terkena tetesan najis? sementara orang tersebut beraktifitas di luar rumah yg agak kesulitan menggantinya setiap terkena tetesan tersebut.
Apa yang harus dilakukan supaya sholatnya sah?
Jazaakallahu khairan.

(Disampaikan oleh Fulan, Member grup WA BiAS) 


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Dilihat Bagaimana Kondisinya

Pertama, jika tetesan kencing tersebut keluar hanya karena proses bersuci yang tidak sempurna. Maka harus diperbaiki proses bersucinya sampai benar-benar hilang air seni yang tersisa. Dengan menggunakan tisu, atau batu dan juga air.

Baca Juga :  Apakah Isbal Berlaku Untuk Pergelangan Tangan ?

Kedua, jika keluarnya air seni tersebut disebabkan oleh kelainan atau penyakit yang disebut Salasul Baul/ beser (dalam bahasa jawa). Air seni keluar terus menerus tanpa bisa dikendalikan entah itu dalam jumlah banyak ataupun sedikit.

Maka para ulama menganalogikan keadaan tersebut dengan wanita yang mengalami istihadhah. Darah penyakit yang senantiasa keluar dari alat kelamin.

Ia mandi, membersihkan kelaminnya kemudian wudhu setiap kali masuk waktu shalat.

Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz menyatakan,

الصلاة لا تسقط ما دام العقل موجود عليه أن يصلي ولكن يتوضأ لكل صلاة، إذا أصابه السلس المستمر وهو البول المستمر الرطوبة يتوضأ لكل صلاة ويصلي كل صلاة في وقتها مثل المستحاضة، الذي معها الدم الدائم، تتوضأ لكل صلاة وتصلي، ولا تسقط عنها ولا عن صاحب السلس الصلاة، ولهما الجمع إذا دعت الحاجة إذا شق عليهما الأمر، لكن الرجل ينبغي له أن لا يجمع حتى يصلي مع الجماعة، أما المرأة فإذا جمعت لحاجة فلا بأس

“Kewajiban shalat tidak gugur selama akal masih ada. Wajib bagi dia untuk shalat akan tetapi harus berwudhu setiap kali akan shalat. Jika seseorang ditimpa oleh Salasul Baul/ beser yang terus-menerus atau pipis yang terus-menerus. Maka ia harus wudhu setiap kali akan shalat. Dan ia melakukan shalat sesuai dengan waktunya sama seperti wanita yang istihadhah yang senantiasa keluar darah darinya.

Ia wudhu setiap kali akan shalat dan kewajiban shalat tidak gugur dari dirinya tidak gugur pula dari diri penderita Salasul Baul. Dan keduanya boleh menjamak jika ada kebutuhan, jika ada kesulitan.

Akan tetapi untuk lelaki selayaknya tidak menjamak, supaya ia bisa melakukan shalat bersama jamaah. Adapun wanita maka tidak mengapa jika ia ingin menjamak.” (Fatawa Syaikh Bin Baz, no. 10921).

Dalil yang mendasari hal ini adalah sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang wanita yang mengalami istihadhah sebagai berikut,

ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ حَتَّى يَجِيءَ ذَلِكَ الْوَقْتُ

“Berwudhulah kamu setiap kali shalat hingga waktu itu tiba” (HR. Bukhari no. 226).

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Abul Aswad Al Bayati حفظه الله
Senin, 08 Sya’ban 1442 H/ 22 Maret 2021 M



Ustadz Abul Aswad Al-Bayati, BA.
Dewan konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), alumni MEDIU, dai asal klaten
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله  
klik disini

Ustadz Abul Aswad Al Bayati, BA.

Beliau adalah Alumni S1 MEDIU Aqidah 2008 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Dauroh Malang tahunan dari 2013 – sekarang, Dauroh Solo tahunan dari 2014 – sekarang | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Koordinator Relawan Brigas, Pengisi Kajian Islam Bahasa Berbahasa Jawa di Al Iman TV

Related Articles

Back to top button