Ibadah

Shalat Sunnah di Masjid atau di Rumah?

Shalat Sunnah di Masjid atau di Rumah?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Shalat Sunnah di Masjid atau di Rumah, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah Azza wa Jalla selalu menjaga Ustadz.
Rumah ana berjarak sekitar 50m dari masjid dan hanya butuh 2 menit menuju masjid. Ana biasa melakukan shalat sunnah Qobliah di rumah setelah selesai adzan. Karena jarak waktu yang pendek antara adzan dan iqamah, sering kali ana tidak mendapatkan shaf pertama.

Pertanyaan ana: mana yang lebih afdhal, ana shalat Qobliah di rumah namun tidak dapat shof pertama atau sholat Qobliah di masjid dan dapat shaf pertama? Setahu ana shalat sunnah di rumah keutamaannya 25x dari di masjid.
Mohon nasihatnya Ustadz

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Baca Juga :  Hukum Berdoa Dengan Selain Bahasa Arab Ketika Shalat

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh

Barang siapa yang mampu mengumpulkan shalat sunnah qobliyah di rumah dan mendapatkan shaf pertama dan takbiratul Imam di masjid, maka sungguh dia telah mendapatkan keutamaan yang besar, di mana telah mengumpulkan berbagai macam keutamaan.

Shalat Sunnah di Rumah

Secara asal, shalat sunnah yang dilaksanakan di rumah lebih utama dari pada dikerjakan di masjid.

Dari Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

إِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوبَةَ

Sesungguhnya shalat seseorang yang paling afdhal adalah shalat yang dikerjakan di rumahnya, kecuali shalat wajib. (HR. Bukhari, no. 731, Muslim, no. 1861 dan yang lainnya)

Keutamaan Shalat di Shaf Pertama

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda;

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Shaf yang terbaik bagi laki-laki adalah shaf pertama, yang paling jelek adalah shaf terakhir. Sedangkan shaf yang terbaik bagi wanita adalah shaf terakhir, yang paling jelek adalah shaf pertama (karena semakin dekat dengan kaum laki-laki, pent.)”. (HR. Muslim, no. 440)

Dalam hadits yang lain,

Dari sahabat mulia Abu Hurairah radhiallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda;

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إلاَّ أنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا

“Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya melainkan dengan cara mengadakan undian, pasti mereka melakukannya.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 615 dan Muslim, no. 437]

Keutamaan Membersamai Imam Dalam Takbiratul Ihram

Dari sahabat mulia Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِى جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ

“Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah, ia tidak luput dari takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dicatat terbebas dari dua hal yaitu terbebas dari siksa neraka dan terbebas dari kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, no. 241. Ahli Hadits Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2652)

Mana Yang Lebih Utama, Sholat Sunnah Qobliah di Rumah Namun Tidak Dapat Shaf Pertama atau Sholat Qobliah di Masjid dan Dapat Shaf Pertama?

Jawabannya yaitu lebih utama shalat sunnah Qobliyah dikerjakan di masjid dan mendapatkan shaf pertama. Di antara alasannya;

1. Mendapatkan dua kebaikan, yaitu, dia juga tetap shalat sunnah qobliyah walaupun di masjid dan mendapatkan keutamaan khusus shalat di shaf pertama, berbeda dengan shalat sunnah qobliyah di rumah dan tidak mendapatkan shaf pertama (satu kebaikan)

2. Keutamaan shalat di shaf pertama bersama imam lebih dekat kepada shalat dengan mendapatkan takbiratul bersama Imam, dan ini mempunyai keutamaan khusus tersendiri

3. Keutamaan mendapatkan shaf pertama lebih khusus (lebih didahulukan), berbeda dengan keutamaan shalat sunnah di rumah yang keutamaannya bersifat umum.

4. Mendapatkan shaf pertama berhubungan dengan shalat wajib (lebih didahulukan), berbeda dengan shalat sunnah qobliyah di rumah (amalan sunnah)

5. Shalat sunah di rumah, ada penggantinya, yaitu dikerjakan di masjid, berbeda dengan mendapat shaf pertama dalam shalat, tidak ada penggantinya. Orang yang tidak mendapat shaf pertama, tidak bisa diganti dengan shaf kedua.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Selasa, 17 Rabiul Akhir 1443 H/23 November 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

 

Baca Juga :  Ibadah Tidak diterima Karena Riba?

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button