https://socialbarandgrill-il.com/ situs togel dentoto https://dentoto.cc/ https://dentoto.vip/ https://dentoto.live/ https://dentoto.link/ situs toto toto 4d dentoto https://vlfpr.org/ http://jeniferseo.my.id/ https://seomex.org/ omtogel https://omtogel.site/ personal-statements.biz https://www.simt.com.mk/ https://www.aparanza.it/ https://vivigrumes.it/ https://interpolymech.com/ https://frusabor.com/ https://www.aparanza.it/ https://www.ibcmlbd.com/ https://uhra.com.ua/ https://www.newdayauctions.com/ https://chai-sacco.co.ke/
Setelah Mandi, Haruskah Wudhu Lagi? | Bimbinganislam.com
Fiqih

Setelah Mandi, Haruskah Wudhu Lagi?

Setelah Mandi, Haruskah Wudhu Lagi?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Setelah Mandi, Haruskah Wudhu Lagi? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillah, Ustadz. Saya ingin bertanya, apakah kalau sudah mandi keramas biasa, lalu kita ingin shalat apakah perlu berwudhu lagi? Terima kasih.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Bismillah.

Lihat kembali dengan niat awal yang ingin dilakukan. Bila niat mandinya adalah ingin melakukan thaharah baik wudhu ataupun mandi junub/besar maka mandi yang dilakukan sudah mencukupi, dan tidak perlu berwudhu.

Hal ini didasarkan kepada hadits berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَغْتَسِلُ وَيُصَلِّي الرَّكْعَتَيْنِ وَصَلاَةَ الْغَدَاةِ وَلاَ أَرَاهُ يُحْدِثُ وُضُوْءًا بَعْدَ الْغُسْلِ

Dari Aisyah, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mandi, lalu shalat dua rakaat, dan saya tidak melihat beliau berwudhu lagi setelah mandi.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Random Ad Display

Namun bila niat mandinya hanya sekadar menyegarkan badannya, karena telah menjadi kebiasaan semata maka ia harus melakukan wudhu karena mandinya tidak dianggap sebagai bersuci dari hadast.

Sebagaimana jawaban Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ketika ditanya dengan masalah yang semisal, “Mandi yang dituntunkan oleh syariat semisal mandi junub itu sudah mencukupi sehingga tidak perlu berwudhu karena Allah berfirman (yang artinya), “Dan jika kalian dalam keadaan junub maka mandilah[QS Al-Maidah:6]. Dalam ayat tersebut Allah tidak menyebutkan adanya kewajiban berwudhu setelah mandi. Sehingga jika seorang itu mandi junub maka itu sudah mencukupinya sehingga tidak perlu berwudhu. Setelah mandi junub, boleh langsung shalat tanpa perlu berwudhu lagi.

وأما إذا كان الغسل غير مشروع كالغسل للتبرد ونحوه فإنه لا يجزئ عن الوضوء لأنه ليس بعبادة.

Adapun mandi yang tidak dituntunkan oleh syariat semisal mandi dalam rangka menyegarkan badan atau semisalnya maka mandi tersebut tidaklah mencukupi sebagai sekaligus pengganti wudhu karena mandi tersebut tersebut bukanlah ibadah”.(http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_849.shtml)

Maka niat sangat menentukan di dalam seluruh amaliyah seorang hamba, terlebih terkait amal ibadah yang akan dijalankan. Perhatian dan perhatikan dalam masalah ibadah, berharap dengan niat yang baik dan benar serta dengan cara yang telah diajarkan Allah menerima setiap amal ibadah yang kita lakukan. Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Selasa, 9 Jumadil Awwal 1443 H/ 14 Desember 2021 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Artikel Terkait

Back to top button