Ibadah

Seputar Arah Pandangan Wajah Ketika Shalat

Seputar Arah Pandangan Wajah Ketika Shalat

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Seputar Arah Pandangan Wajah Ketika Shalat, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ketika sholat, apakah pandangan kita harus ke tempat sujud? Atau pada saat rukuk pandangan kita ke ujung kaki, kemudian waktu sujud pandangan kita melihat hidung, waktu bangun dari sujud pandangan kita ke bagian paha. Apa benar seperti itu ustad/ustdzh ?

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Seputar Arah Pandangan Wajah Ketika Shalat

Dalam shalat, seorang muslim harus memfokuskan diri atau disebut dengan khusyu’. Salah satunya adalah memperhatikan arah pandangan mata ketika shalat.

Baca Juga :  Apa Sajakah Syarat-Syarat Sah Shalat?

Para ulama berbeda pendapat tentang arah pandangan wajah ketika shalat, di antara mereka ada yang berpendapat sunnahnya menghadap tempat sujud ketika shalat, berdasarkan riwayat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut;

كان صلى الله عليه و سلم إذا صلى طأطأ رأسه و رمى ببصره نحو الأرض

“Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam jika shalat menundukkan kepala beliau dan mengarahkan pandangannya ke tanah” (HR. Al-Hakim, beliau mengatakan shahih sesuai syarat Imam Muslim, disepakati oleh Adz Dzahabi dan Al-Albani).

Alasan yang lain bahwa pandangan mata ke arah bawah menunjukkan cermin kekhusyukan seseorang.

Tiga Rincian Boleh Menghadap Ke Depan

Sebagian ulama yang lain memerinci masalah;

Berkenaan dengan arah pandangan ketika sholat, seorang perlu mengingat 3 hal:

  1. Jangan melihat sesuatu yang menyibukkan di dalam sholat
  2. Nabi () melarang untuk melihat ke atas
  3. Tidak boleh menoleh ke kanan atau kiri

Selain itu, diperbolehkan melihat ke depan atau ke bawah, in syaAllah tidak mengapa. Rasulullah pernah (bukan sering) sholat sembari mengarahkan mata (menengok) ke Ka’ab bin Malik. Cara menengoknya adalah hanya dengan pandangan mata, tidak menoleh dengan kepala, karena hal ini terlarang dalam sholat.

عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ الاِلْتِفَاتِ فِي الصَّلاَةِ، فَقَالَ: “هُوَ اخْتِلاَسٌ يَخْتَلِسُهُ الشَّيْطَانُ مِنْ صَلاَةِ الْعَبْدِ”.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang tolah-toleh saat shalat”. Beliau menjawab, “Itu adalah sesuatu yang dicopet setan dari shalat seorang hamba”. (HR. Bukhari)

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Jumat, 22 Rabiul Awal 1443 H/ 29 Oktober 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button