Seorang Muslim Hendaknya Memegang Teguh Janjinya

Seorang Muslim Hendaknya Memegang Teguh Janjinya

Seorang Muslim Hendaknya Memegang Teguh Janjinya

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz dan keluarga selalu dalam lindungan dan rahmat Allaah Ta’ala, Aamiin yaa Robbal alamiin.
Ustadz izin bertanya. Ada seseorang yang mendaftar pns di tempat yang jauh dari tempat kelahirannya dan diterima. Kemudian setelah beberapa tahun dia mengajukan pindah ke tempat asalnya.
Atasan yang bersangkutan belum mengizinkan, karena di kantor tersebut, jumlah pegawai sedikit, sementara pekerjaan banyak, akan membebani pegawai yang lain. Namun si pegawai tetap meminta pindah dengan alasan jauh dari keluarga.

Bagaimana tanggapan Ustadz terhadap hal tersebut?

Jazaakallaahu khairan ustadz.

(Disampaikan oleh Sahabat BiAS T09 G-42)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Muslim hendaknya memegang teguh janji atau kesepakatan yang telah ia sepakati.

الْمُسْلِمُوْنَ عَلَى شُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا

“Kaum muslimin harus memenuhi syarat-syarat yang telah mereka sepakati kecuali syarat yang mengharamkan suatu yang halal atau menghalalkan suatu yang haram”.
(HR Abu Dawud 3594)

Maka ketika ia mendaftar PNS tentu telah mengetahui segala konsekuensi jika diterima, termasuk tentang lokasi dinas yang menyesuaikan kebijakan kantor. Jika ia menginginkan mutasi, tentu ada tahapan dan persyaratan yang mesti ditempuh. Dan tidak layak bagi seorang muslim untuk bersikap khianat dengan amanah, atau menggunakan cara yang tidak baik demi memuluskan keinginannya.

Alloh Jalla wa ‘Ala menggambarkan sikap orang-orang mukmin :

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

“Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan juga janjinya”.
(QS Al-Mu`minun 8)

Sebaliknya, jangan sampai kita termasuk diantara orang-orang yang dikecam oleh Alloh, bahkan disamakan dengan binatang karena sikap khianat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

 إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ الَّذِينَ عَاهَدتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ

“Sejatinya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya)”.
(QS Al-Anfal 55-56)

Karenanya.. sungguh aneh zaman sekarang, banyak kita dapati orang yang jika berjanji atau bersepakat namun hanya sekedar ucapan mulut belaka. Dia tidak peduli dengan kehinaan yang disandangnya, padahal Alloh telah jelas mengulang-ulang tentang pentingnya menjaga amanah. Hal ini seakan menguatkan bahwa orang yang punya mental suka dengan kerendahan tidak akan risih dengan kotoran yang menyelimuti dirinya. Na’udzubilah.

 

Wallahu A’lam,
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Senin, 27 Syawal 1440 H/ 1 Juli 2019 M



Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI IMAM SYAFI’I Kulliyyatul Hadits, dan Dewan konsultasi Bimbingan Islam,
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS