Fiqih

Sengaja Meninggalkan Sholat Wajib Di Masa Lalu, Harus Qodho?

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Sengaja Meninggalkan Sholat Wajib Di Masa Lalu, Harus Qodho?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan jika sengaja meninggalkan sholat wajib di masa lalu, harus qodho? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz Semoga Allah memberkahi ustadz dan keluarga ustadz. Afwan ustadz ana ingin bertanya soal sholat yang pernah ditinggal di masa lalu dengan sengaja apakah wajib diqodho?

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabarokatuh

Aamiin, semoga juga Allah memberikan kebagiaan kepada kita semua.

Shalat yang ditinggalkan karena sengaja akibat dari iman yang mulai goyah, menurut jumhur ulama tetap ada qadha’ bagi shalat yang ditinggalkan dengan sengaja.

Namun, sebagian ulama berpandangan bahwa tidak wajib qadha’ bagi yang meninggalkan shalat dengan sengaja. Yang jelas orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja telah terjatuh dalam dosa besar.

Kewajibannya adalah bertaubat kepada Allah yaitu menyesal, kembali lagi mengerjakan shalat, dan bertekad tidak akan meninggalkannya lagi pada masa akan datang.

Hendaklah ia rajin mengerjakan pula amal shalih dan menutup kesalahannya dengan rajin mengerjakan shalat sunnah.

Ibnu Hazm rahimahullah berkata, “

وَأَمَّا مَنْ تَعَمَّدَ تَرْكَ الصَّلَاةِ حَتَّى خَرَجَ وَقْتُهَا فَهَذَا لَا يَقْدِرُ عَلَى قَضَائِهَا أَبَدًا، فَلْيُكْثِرْ مِنْ فِعْلِ الْخَيْرِ وَصَلَاةِ التَّطَوُّعِ؛ لِيُثْقِلَ مِيزَانَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؛ وَلْيَتُبْ وَلْيَسْتَغْفِرْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

Adapun orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja sampai keluar waktunya, maka tidak ada qadha’ baginya selamanya. Hendaklah ia memperbanyak amalan kebaikan dan rajin mengerjakan shalat sunnah untuk memberatkan timbangannya pada hari kiamat. Hendaklah ia bertaubat dan memohon ampun kepada Allah atas kesalahan-Nya.” (Al-Muhalla, 2:235).

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan,

Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (lihat Kitab Ash Sholah, hal. 7)

Sehingga, pendapat yang kami ikuti adalah pendapat yang mencukupkan diri dengan taubah nasuha, tidak akan mengulangi lagi dan berusaha melakukan kebaikan-kebaikan dalam kehidupan setelahnya. Juga di antara alasan dari hal ini, karena akan memberikan takalluf/beban berat bila ternyata shalat yang ditinggalkan telah bertahun-tahun.

Wallahu a`lam.

Baca juga: https://bimbinganislam.com/dosa-meninggalkan-shalat-wajib-5-waktu/

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Selasa, 10 Safar 1444 H/ 14 September 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik di sini

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button