Sedekah Dengan Nama Keluarga yang Telah Meninggal

 

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang sedekah dengan nama keluarga yang telah meninggal.

selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemudahan kepada kita semua agar tetap istiqamah di atas manhaj salaf, aamiin.

‘Afwan yaa Ustadz, mohon ijin bertanya,

Kebiasaan bid’ah ketika memasuki awal dan akhir bulan ramadhan (yaitu menjelang waktu buka puasa) selalu mengadakan acara makan-makan kemudian mengundang tetangga, banyak makanan (nasi, lauk pauk, dan sayur) yang diatur sedemikian rupa di lantai, ada dupa yang dibakar, dan ada seorang lelaki yang berdo’a mengangkat tangan membaca surah-surah tertentu. Kebiasaan ini ditujukan untuk keluarga yang telah meninggal dunia.

Baca Juga:  Waktu Utama Untuk Shalat Isya’ Dan Tahajjud Setelah Shalat Isya’

Apakah kebiasaan bid’ah tersebut bisa menjadi amalan shalih/sunnah jika diganti niatnya, yaitu niatnya bersedekah (berupa buka puasa bersama) untuk keluarga yang telah meninggal dunia, tanpa ada dupa dan seorang yang berdo’a.

Jazaakallahu khairan, wa baarakallaahu fiik.

(Disampaikan oleh sahabat BiAS).


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Semoga Allah menjaga antum dan semua kaum muslimin.

Insya Allah tidak masalah bersedekah untuk orang tua dengan cara menyiapkan makanan buka puasa lalu mengundang orang-orang miskin atau kerabat. Selama tidak ada embel-embel lain atau kegiatan bid’ah dalam acara tersebut.

Baca Juga:  Syirik yang Tidak Diketahui dan Disadari Sampai Akhir Hayat

Syaikh bin baz rahimahullah pernah ditanya tentang hukum bersedekah atas nama orangtua dengan menyiapkan makanan untuk orang-orang pada bulan Ramadhan dan mereka mengistilahkannya dengan makan malam orang tua (‘asya waldain), beliau menjawab,

لا بأس، صدقة عن الوالدين، يسمونه عشاء أو يسمونه غيره إذا تصدق الولد عن والديه بطعام يصنعونه في الليل في رمضان يعطيه الفقراء, أو يدعو إليه الأقارب أو يدعو إليه الفقراء كله طيب لا بأس ولو سمي عشاء، لا عبرة بالأسماء.

“Tidak mengapa bersedekah untuk orang tua, walaupun dinamakan ‘asya (makan malam) atau dengan nama lainnya. Jika seorang anak bersedekah untuk orang tuanya dengan membuatkan makanan pada malam bulan Ramadhan lalu dia bagikan kepada orang fakir, atau dengan mengundang kerabat atau orang-orang fakir, semua ini perbuatan baik tidak mengapa walaupun dinamakan makan malam. Nama tidaklah memiliki pengaruh pada hukum.” (https://binbaz.org.sa/fatwas/28511/ما-حكم-التصدق-على-الوالدين-بما-يسمى-عشى-الوالدين-في-رمضان).

Baca Juga:  Hukum Membunuh Semut yang Mengganggu

Dan lebih baik lagi, jika hal tersebut juga dikerjakan di luar bulan Ramadhan, bukan hanya pada bulan Ramadhan saja, sebagai bakti kepada orang tua setelah mereka meninggal.

Wallahu a’lam.

 

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله
Rabu, 17 Sya’ban 1442 H / 31 Maret 2021 M


Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله تعالى 
klik disini