Salah Paham Tentang ‘Memaksa Harus Masuk Islam’

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang salah paham tentang ‘memaksa harus masuk islam’.

selamat membaca.


Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kemudahan kepada kita semua agar tetap istiqamah di atas manhaj salaf, aamiin.

‘Afwan yaa Ustadz, mohon ijin bertanya.

Hadits dari Abu Hurairah,

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan Laa-ilaaha-illallah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apa makna hadits di atas dengan QS. al-Kafirun ayat 6,

“untukmu agamamu dan untukku agamaku”

Dari hadits di atas kesannya (‘afwan) manusia dipaksa untuk memeluk agama Islam.

Jazaakallahu khairan wa baarakallaahu fiik.

(Disampaikan oleh sahabat BiAS).


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Jika hadits yang dimaksud adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berkah untuk diibadahi kecuali Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan hal itu, akan terjagalah darah-darah dan harta-harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, sedangkan perhitungan mereka diserahkan kepada Allah.” (HR. Bukhari, 25 dan Muslim, 21).

Baca Juga:  Ikut Asuransi Agar Ahli Waris Hidup Berkecukupan, Apakah Dibolehkan?

Penjelasan Hadits

“Memerangi manusia hingga mereka bersaksi”, bukan yang dimaksud adalah membunuh non-muslim. Karena kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada ahli dzimmah dan memberikan jaminan keamanan kepada mereka.

Pilihannya Hanya Satu, Menyambut Seruan Dakwah Para Nabi Dan Rasul

Hadits ini juga menunjukkan pada konteks khusus, bahwasanya di antara bagian syariat Islam yang agung adalah syariat jihad, mengajak manusia kepada Islam, kepada pengakuan bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bahwasanya Muhammad adalah Rasulullah. Ini adalah bagian dari jihad, bagian dari Islam dalam rangka menyelamatkan orang-orang dari kemusyrikan. Dan ini adalah dakwahnya para Rasul semuanya, tidak hanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, tapi seluruh Nabi dari Nabi Adam ‘Alaihis Salam sampai Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka semuanya mendakwahkan tauhid ini, dan jika tidak mengikuti dakwah mereka (para Nabi dan Rasul) ini, maka bisa dipastikan dia mengikuti dakwah syaithan.

Baca Juga:  Penjelasan dari Wajah Ceria yang Berpahala

Salah Paham “Kesan Memaksa”

Jadi hadits ini bukan sebagai pembenaran serampangan untuk jihad, berperang terus menerus, dan seterusnya, tanpa ada diskusi ilmiyah, dakwah yang benar lagi bijak, bukti-bukti dalil petunjuk secara fitrah dan akal sehat. Karena jika hadits ini dipahami bahwa agama Islam memaksa siapa saja, dan harus masuk Islam, tanpa petunjuk dan penjelasan, maka dia telah keliru dan hal ini adalah sesuatu yang mustahil untuk diamalkan setiap saat, apatah lagi ketika kondisi kaum Muslimin berada dalam bayangan ‘lemah’ kekuatan dan minoritas.

Adapun berkenaan dengan surat Al-Kafirun dan kandungan ayatnya, maka hal ini adalah jelas, tidak boleh mencampur keimanan dengan kekufuran, yang benar harus berbisah dengan kebatilan, tidak boleh tersamarkan dan dicampur baurkan.

Baca Juga:  Permasalahan Palestina VS Zionis Israel

Wallahu Ta’ala A’lam.

 

Disusun oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Rabu, 16 Ramadhan 1442 H/ 28 April 2021 M



Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini