Safar Untuk Silaturrahim

Safar Untuk Silaturrahim

PERTANYAAN :

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Terkait hadist “Tidak boleh bersusah payah bersafar berpergian untuk tujuan beribadah kecuali ke 3 Masjid : Masjidil Haram, Masjid Nabawi & Masjid Aqso.

Bagaimana hukumnya mengadakan safar untuk pulang kampung bersilaturahim dengan keluarga dan orang tua, seperti yang terjadi di Indonesia setiap tahun saat mudik lebaran ?

Atau mengadakan perjalanan jauh untuk menuntut ilmu, ataupun bisnis berdagang ?

Bukankah bersilaturahim, menuntut ilmu dan bekerja termasuk ibadah, jadi hadist diatas bagaimana cara menyikapinya ?

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

(Dari Khairully Akhyar di Bekasi Anggota Grup WA Bimbingan Islam no 5 – G 28)

 

 

Jawaban :

وعليكم السلام ورحمة الله وبر كاته

Boleh hukumnya bersafar untuk bersilaturrahim dengan keluarga atau untuk tolabul ilmi atau tujuan safar lainnya. Yang terlarang ialah bersafar untuk beribadah di suatu masjid tertentu atau lokasi tertentu karena meyakini bahwa beribadah di masjid tersebut (selain masjid yang tiga) memiliki keutamaan lebih.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد مسجد الحرام ومسجد الأقصى ومسجدي

“Janganlah suatu perjalanan itu dilakukan kecuali ke masjid yang tiga : Masjidil Haram, masjid Al-Aqsha, dan masjidku (Masjid Nabawi).” (HR. Bukhari nomor 1197).

Syaikh Ali Mahfudz berkata :

صفوة القول: أن السفر إلى أي مسجد غير هذه الثلاثة للصلاة فيه منهي عنه، أما هذه الثلاثة فلا؛ لما لها من المزايا، وإن من نذر إتيان المساجد الثلاثة؛ لزمه…، أما إن نذر إتيان غيرها لصلاة أو اعتكاف لم يلزمه؛ لأنه لا فضل لبعضها على بعض، فتكفي صلاته مثلاً في أي مسجد كان، وهو كالمجمع عليه على ما قال الإمام النووي

“Pendapat yang terpilih : Bahwa safar ke masjid mana saja selain masjid yang tiga untuk bermaksud shalat di dalamnya adalah terlarang (Karena shalat di masjid mana saja boeh dan sama keutamaannya-pent).

Adapun ke masjid yang tiga maka tidak terlarang, karena ketiga masjid ini memiliki keistimewaan.

Dan bahwa barangsiapa bernadzar mendatangi masjid yang tiga maka ia harus menepatinya.

Adapun yang bernadzar untuk mendatangi masjid selain yang tiga ini untuk shalat di dalamnya atau i’tikaf, maka tidak Wajib menepatinya. Karena masjid-masjid tersebut tidak memiliki keutamaan antara satu dengan lainnya.

Jadi ia cukup untuk shalat di masjid mana saja (bebas), dan hal ini seolah menjadi kesepakatan ulama sebagaimana dikatakan oleh Imam An-Nawawi”. (Al-Ibda’ : 204). Wallahu a’lam

Konsultasi Bimbingan Islam
Ustadz Abul Aswad Al Bayati

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus (0 )