IbadahKonsultasi

Saat Sujud Sholat Dahi Dan Tangan Terhalang Mukena

Pendaftaran Grup WA Madeenah

Saat Sujud Sholat Dahi Dan Tangan Terhalang Mukena

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Saat Sujud Sholat Dahi Dan Tangan Terhalang Mukena, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apakah sholat menjadi batal apabila saat sujud,bagian dahi tertutup mukena atau pet jilbab begitu juga dengan bagian tangan terhalang mukena atau jilbab? Apakah punggung tangan wanita boleh terlihat saat sholat?

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Bagi wanita apabila saat sujud, dan bagian dahi tertutup mukena atau pet jilbab begitu juga dengan bagian tangan terhalang mukena atau jilbab maka shalatnya adalah sah. Hal ini sangat wajar. Begitu juga ketika ada yang menggunakan sajadah tatkala sujud atau langsung sujud di lantai keramik atau bahkan tanah debu langsung, maka shalatnya sah.

Adapun soal apakah punggung telapak tangan tidak termasuk aurat dalam shalat?

Maka disebutkan dalam salah satu fatwa Islamweb no:38542 di bawah kementerian waqaf qatar:

فجمهور الفقهاء على أن الكفين ليستا عورة في الصلاة، وذهب الحنابلة إلى أنهما عورة في الصلاة في إحدى الروايتين عن أحمد

“Mayoritas ahli fiqih berpendapat bahwa kedua telapak tangan bukanlah aurat dalam shalat, adapun madzhab hanbali dalam satu pendapat dari imam ahmad menyatakan bahwa kedua telapak tangan adalah aurat”.

Argumentasi jumhur ulama dirangkumkan oleh syaikh Zakariya an-Anshori al-syafii dalam kitab beliau asna al-matolib berikut:

(وعورة الحرة في الصلاة وعند الأجنبي) ولو خارجها (جميع بدنها إلا الوجه، والكفين) ظهراً وبطناً إلى الكوعين، لقوله تعالى: وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا [النور: 31]. قال ابن عباس وغيره: ما ظهر منها: وجهها وكفاها، وإنما لم يكونا عورة

“Aurat perempuan merdeka di dalam shalat dan di saat berhadapan dengan ajnabi (lelaki non mahram) dan juga di luar shalat adalah seluruh badannya kecuali wajah dan kedua telapak tangan baik bagian luar maupun dalam, batasnya sampai pergelangan tangan”.

Ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”. (al-Nur:31). Berkata Ibnu Abbas dan selainnya: “apa yang biasa tampak” yaitu wajahnya dan kedua telapak tangannya, keduanya tidak terhitung aurat”. (asna al-matolib juz:1 hal:176).

Dari keterangan di atas, punggung telapak tangan bukanlah aurat dalam shalat.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Fadly Gugul, S.Ag. حافظه الله

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button