KeluargaKonsultasi

Rumah Pemberian Suami Pada Ibunya, Apa Termasuk Warisan Suami?

Rumah Pemberian Suami Pada Ibunya, Apa Termasuk Warisan Suami?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang rumah pemberian suami pada ibunya, apakah termasuk warisan atau bukan?
selamat membaca.

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Ustadz izin bertanya.
Seorang anak laki (sudah berkeluarga) membelikan rumah untuk ibunya dan atas nama ibunya, kemudian anak laki tersebut meninggal dunia.
Bagaimana status rumah tersebut?
Apakah menjadi warisan untuk istri dan anak-anaknya dari anak laki tersebut ?

(Disampaikan oleh Fulanah, Sahabat BiAS T09 G-16)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.
Laa haulaa wa laa quwwata illaa billaah,

Allah ta’ala berfirman :

Baca Juga :  Ciri Hati Yang Mati Dan Cara Memperbaikinya

يُوْصِيْكُمُ اللّٰهُ فِيْٓ اَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِ

“Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan”.
(QS An-Nisa ayat 11)

Dan Allah juga berfirman :

وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّكُمْ وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ مِّنْۢ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوْصُوْنَ بِهَآ اَوْ دَيْنٍ

“Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu”.
(QS An-Nisa ayat 12)

Kemudian sumber warisan bersumber dari ‘tarikah’ (harta tinggalan) si mayit.

Dan harta mayit yang telah diberikan kepada orang lain (hibah), baik untuk kerabat/orang-terdekat maupun orang yang jauh, telah keluar dari nama tarikah. Karena hibah dapat memindahkan hak kepemilikan kepada orang lain.

Sehingga rumah yang telah disebutkan penanya tidak masuk dalam warisan, karena rumah tersebut telah dipindah milikan / dihibahkan kepada orang lain.

Warisan istri dan anaknya hanya bersumber dari harta yang masih dimiliki oleh si mayit sebelum meninggal.
Adapun, apabila si ibu dari mayit nanti memberikan rumah tersebut untuk menantu dan cucunya, maka itu masuk ke dalam hibah, bukan warisan.

 

Wallohu A’lam,
Wabillahittaufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
👤 Ustadz Ratno Abu Muhammad, Lc حفظه الله
📆 Selasa, 10 Muharram 1441 H/ 10 September 2019 M



Ustadz Ratno, Lc.
Dewan Konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), Alumni Universitas Islam Madinah jurusan Hadits
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Ratno حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Apa Bedanya Haraki Dengan Khawarij?

Ustadz Ratno, Lc.

Beliau adalah Alumni King Saud University Riyadh (1 semester) kemudian di terima di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia jurusan Hadits, lulus 2018 | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Menulis artikel, Menjawab pertanyaan-pertanyaan member bias, Rekaman syamail nabawiyyah dan manhajussalikin, Khatib Jum’at dibeberapa masjid di daerah yogyakarta, Menggantikan beberapa ustadz jika berhalangan dibeberapa masjid di yogyakarta

Related Articles

Back to top button