Ruang Lingkup Istiqamah bimbingan islam
Ruang Lingkup Istiqamah bimbingan islam

Ruang Lingkup Istiqamah

Terkadang seorang memandang dan dipandang istiqamah apabila perbuatannya berada dalam kebenaran. Padahal istiqamah bukan hanya sekedar dalam perbuatan namun juga berhubungan dengan perkataan dan niat.

Di masyarakat kita memandang seorang itu shalih atau istiqamah dengan melihat perbuatannya saja. Pujian dan pandangan mata orang tertuju hanya pada perbuatan lahiriyah saja.
Padahal untuk mencapainya perlu sekali melihat kepada keistiqamahan kalbu dan lisannya. Sehingga seorang muslim harus istiqamah lisannya dengan mengatakan yang benar dan baik atau diam. Tidak boleh lisan seorang dibiarkan bebas berkata-kata tanpa control dan pengawasan yang ketat. Juga harus istiqamah kalbunya dengan senantiasa berniat benar dan baik dengan terus diperbaiki dengan ilmu yang manfaat dan amalan shalih.

Sebab istiqamah yang dituntut dimiliki seorang muslim adalah istiqamah dalam perkataan, perbuatan dan niat. Imam ibnul Qayyim berkata dalam kitab Madaarij as-Saalikin: “Istiqamah berhubungan dengan perkataan, perbuatan, keadaan dan niyat”.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ

“Tidaklah seorang hamba istiqamah imannya hingga istiqamah dalam kalbunya dan tidak istiqamah kalbunya hingga istoqamah lisannya.”
(HR Ahmad).

Imam ibnu Rajab mengomentari hadits ini dengan menyatakan: “Yang paling penting diperhatikan dalam keistiqamahan seorang hamba dalam anggota tubuhnya setelah kalbunya adalah lisan, karena ia adalah penterjemah isi kalbu dan yang mengungkapkannya”.

Lihatlah bahayanya kalbu dan lisan atas seorang hamba dalam menjaga keistiqamahannya. Oleh karena itu sebagian ulama berkata: “Seorang bergantung pada dua anggota tubuh kecilnya yaitu kalbu dan lisannya”.

Memang kalbu sangat kecil bentuknya dan demikian juga lisanpun sangat kecil tapi peran dan kedudukan keduanya sangat penting dan sangat menentukan, karena semua anggota tubuh lainnya mengikuti kalbu dan lisannya.

Dalil kalbu menentukan keistiqamahan seorang hamba adalah hadits an-Nu’maan bin Basyir , Rasulullah bersabda:

ألا وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً , إِذَا صَلَحَتْ, صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ, وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ, أَلَا وَهِيَ القَلْبُ

“Ketahuilah sungguh ada dalam tubuh segumpal daging, apabila baik maka baik seluruh tubuhnya dan apabila rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah itu nadalah kalbu.”
(HR Bukhari & Muslim)

Sedangkan dalil yang menegaskan lisan menentukan keistiqamahan seorang hamba adalah hadits Abu Sa’id al-Khudri , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أصْبَحَ ابْنُ آدَمَ، فَإنَّ الأعْضَاءَ كُلَّهَا تُكَفِّرُ اللِّسانَ، فتَقُولُ: اتَّقِ اللهَ فِينَا؛ فَإنَّما نَحنُ بِكَ؛ فَإنِ اسْتَقَمْتَ اسْتَقَمْنَا، وإنِ اعْوَجَجْتَ اعْوَجَجْنَا

“Apabila seorang manusia memasuki pagi hari, maka seluruh anggota tubuhnya merendahkan diri kepada lisan dengan berkata:
Bertakwalah kamu pada kami, karena kami tergantung padamu; apabila kamu istiqamah maka kami istiqamah dan bila kamu melencengan maka kamipun melenceng.”
(HR at-Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani).

Dengan demikian jelaslah keistiqamahan seorang hamba sangat bergantung kepada kalbu dan lisannya. Apabila kalbu dan lisan istiqamah maka akan istiqamah seluruh anggota tubuh kita. Semuanya bersumber kepada kalbu yang diterjemahkan dan ditampakkan dengan lisan. Apabila kalbu menyerahkan satu perkara kepada lisan maka lisan melaksakannya, karena lisan ikut kepada kalbu.

Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk memperhatikan keshalihan kalbunya dan memohon kepada Allah untuk memperbagus kalbunya dan menghilangkan seluruh penyakit kalbu dan perusaknya. Karena keistiqamahan kalbu mennetukan keistiqamahan seluruh anggota tubuhnya.

Mari banyak benahi kalbu dan lisan kita!

Wabillahi taufiq.

 

Disusun oleh:
Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله
Senin, 18 Ramadhan 1441 H/ 11 Mei 2020 M



Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. حفظه الله
Beliau adalah Mudir Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله 
klik disini