KonsultasiUmum

Rahmat Allah Bagi Yang Menyayangi Hewan

Pendaftaran Mahad Bimbingan Islam

Rahmat Allah Bagi Yang Menyayangi Hewan

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang Rahmat Allah Bagi Yang Menyayangi Hewan, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga Allah merahmati ustadz dan seluruh kaum muslimin dimanapun kita semua berada

Ustadz bagaimanakah hukumnya mensterilkan binatang peliharan (kucing) dengan tujuan untuk menghentikan keturunan agar tidak terlalu banyak kucing yang terpelihara karena ditakutkan akan dzalim karena kurang mampu atau berat dalam merawat mereka jika jumlahnya berlebih.

جزاك اللهُ خيراً

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

Islam adalah agama Rahmatan Lil A’lamin
agama Rahmat untuk alam semesta dengan menjunjung tinggi kasih sayang kepada seluruh makhluk baik itu sesama manusia ataupun kepada hewan.

Ketika seorang hamba Allah ia senang untuk mengasihi kepada makhluk makhluk Allah, maka iapun akan menurunkan rahmat-Nya untuk hamba tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ، الرَّحِمُ شُجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعَهُ اللهُ

“Orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang akan disayang oleh Allah yang Maha Penyayang, sayangilah semua yang ada di bumi, maka semua yang ada di langit akan menyayangimu. Kasih sayang itu bagian dari rahmat Allah, barangsiapa menyayangi, Allah akan menyayanginya. Siapa memutuskannya, Allah juga akan memutuskannya” (HR. Tirmidzi).

Bahkan diantara rahmatnya Allah untuk mereka yang menebar kasih sayang kepada makhluk Ia akan memberikan ampunan atas dosa yang ia perbuat, lihat kisah tentang seorang pelacur –nasaullah assalamah Wal ‘afiyah– sebab kasih sayang ia kepada seekor anjing Allah pun memberikan ampunan kepadanya, di dalam hadits di sebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ غُفِرَ لِامْرَأَةٍ مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;
“Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya di pinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan, (melihat ini) si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla” (HR Imam Bukhari).

Baca Juga:  Bersuci Menggunakan Air Yang Tercampur Zat Kimia

Bahkan Nabi sempat menegur kepada seseorang yang tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap hewan, suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seekor unta yang punggungnya menempel dengan perutnya (artinya: kelihatan begitu kurus karena tidak terurus). Beliau bersabda,

اتَّقُوا اللَّهَ فِى هَذِهِ الْبَهَائِمِ الْمُعْجَمَةِ فَارْكَبُوهَا صَالِحَةً وَكُلُوهَا صَالِحَةً

“Bertakwalah kalian kepada Allah pada binatang-binatang ternak yang tak bisa berbicara ini. Tunggangilah ia dengan baik-baik, makanlah pula dengan cara yang baik.” (HR. Abu Daud no. 2548. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Imam Nawawi mengatakan dalam Riyadhus Sholihin bahwa hadits ini shahih).

Dan dalam riwayat yang lain Nabi mengancam dengan tegas bagi mereka yang tidak memberikan hak hak hewan peliharaan dengan adzab di akhirat, hal ini sebagaimana yang di riwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

«عُذِّبت امرأة في هِرَّة سَجَنَتْها حتى ماتت، فدخلت فيها النار، لا هي أطعمتها ولا سَقتها، إذ حبستها، ولا هي تَركتْها تأكل مِن خَشَاشِ الأرض».
[صحيح] – [متفق عليه]

Abdullah bin Umar –Raḍiyallāhu ‘anhumā– meriwayatkan bahwa Rasulullah –Sallallāhu ‘alaihi wa sallam– bersabda, “Ada seorang wanita disiksa karena seekor kucing yang dia kurung hingga mati kelaparan, lalu dengan sebab itu dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan dia juga tidak melepaskannya supaya ia bisa memakan serangga tanah.”
(Hadis sahih – Muttafaq ‘alaih)

Maka keinginan penanya mengurangi beberapa hewan kucing yang ada di rumahnya di karenakan khawatir tidak bisa menjaga dan merawatnya maka insya Allah tidak mengapa dengan syarat:

  1. Mengurangi kucing tersebut dengan cara yang baik yaitu bisa anda tawarkan kepada sanak famili, atau lembaga yang mengadopsi kucing yang siap untuk merawat dan menjaga dengan baik atau juga anda menyimpan kucing di tempat yang banyak tersedia makanan untuk kucing tersebut, jangan menyimpan di tempat yang jauh dari pemukiman atau pasar.
  2. Tidak boleh membuang kucing anda dengan cara yang tidak baik seperti anda memasukan kucing tersebut di dalam karung dan membuangnya begitu saja sehingga tidak bisa keluar untuk mencari makan.
  3. Tidak diperkenankan anda memisahkan anak anak kucing dengan induknya yang masih menyusui, biarkan anak kucing tersebut bersama induknya sampai ia bisa mencari makan.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh: 
Ustadz Agung Argiansyah, Lc. حافظه الله

Related Articles

Back to top button