FiqihKonsultasi

Posisi Sholat Berjamaah di Ruang Sempit

Posisi Sholat Berjamaah di Ruang Sempit

Para pembaca Bimbinganislam.com yang mencintai Allah ta’ala berikut kami sajikan tanya jawab, serta pembahasan tentang posisi sholat berjamaah di ruang sempit.

Selamat Membaca.


Pertanyaan :

Assalamu’alaykum warahmatullah ustadz. Izin bertanya.

Bagaimana posisi imam dan makmum saat shalat berjama’ah dalam kondisi ruangan sempit ustadz? Tidak memungkinkan untuk imam berada di depan makmum. Apakah boleh imam dan makmum posisinya sejajar, atau bagaimana ustadz?

Jazakallahu khairan ustadz
(Sahabat BIAS, G1-N011)


Jawaban :

wa alaikumussalaam warahmatullah.
Posisi imam berada di depan para jamaah hukumnya bukan sesuatu yang wajib, dalam kondisi normal pun semisal para jamaah berdiri sejajar dengan imam mereka, sholat mereka sah dan tidak bermasalah.
Syaikh Muhammad bin Solih al-Utsaimin menjelaskan:

يَصِحُّ أن يقفوا معه، أي: مع الإِمامِ ، عن يمينه ، أو عن جانبيه ، أي: أن يكون المأمومان فأكثر عن يمينه ، أو عن جانبيه ، أي: أحدهما عن يمينِه والثاني عن شمالِه، وهذا أفضلُ مِن أن يكونوا عن يمينِه فقط ؛ لأنَّ عبدَ الله بنَ مسعودٍ رضي الله عنه وَقَفَ بين علقمةَ والأسود ، وقال: ” هكذا رأيتُ النَّبيَّ صلّى الله عليه وسلّم فَعَلَ”.
فَصَارَ للمأمومَيْنِ فأكثر مع الإِمام ثلاثةُ مواقفٍ:
الأول: خلفَه ، وهو الأفضلُ
الثاني: عن جانبيه
الثالث: عن يمينِه فقط …” انتهى من ” الشرح الممتع “(4/264)

“Sah saja para makmum berdiri bersama imam (sejajar). Maksudnya para makmum bersama imam di sisi kanannya, atau di kedua sisinya (kanan kirinya). Yaitu misal ada dua makmum atau lebih mereka berada di sisi kanan imam saja, atau di kedua sisi imam. Yaitu makmum yang satu di sisi kanannya, yang satunya lagi di sisi kirinya. Posisi dua makmum berada di kanan dan kiri imam ini lebih baik daripada posisi mereka di samping kanan imam saja, karena ada atsar bahwa Abdullah bin masud pernah sholat menjadi imam dan beliau berada di tengah antara sahabat Alqamah dan al-Aswad, kemudian Ibnu Masud mengatakan: “Beginilah saya melihat Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam pernah melakukan”.

Jadi ringkasannya, kondisi sholat dua makmum atau lebih ketika bersama imam terdapat tiga posisi:
1. Para makmum di belakang imam, dan ini yang paling afdol.
2. Para makmum di sisi kanan kiri imam.
3. Para makmum di sisi kanan imam saja.”

Penjelasan Syaikh Utsaimin ini dalam kondisi normal tidak dengan udzur terlalu banyaknya jamaah ataupun sempitnya tempat ibadah, sah-sah saja sholat mereka walaupun antara imam dan para makmum berdiri sejajar. Nah, jika dalam kondisi normal saja itu boleh dan sholatnya sah, apalagi ketika ada udzur keterbatasan tempat ibadah, seperti masjid yang sempit dengan jumlah jamaah yang banyak, maka tidak mengapa antara imam dan makmum berdiri sejajar. Wallahu a’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله

Ahad, 29 Dzul Hijjah 1442 H/ 8 Agustus 2021 M



Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله
Beliau adalah Alumnus S1 Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta dan S2 Hukum Islam di Universitas Muhammadiyah Surakarta
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Setiawan Tugiyono, M.H.I حفظه الله  
klik disini

Baca Juga :  Hukum Berjualan di Bawah Harga Pasar Dalam Islam 

Ustadz Setiawan Tugiyono, Lc., M.HI

Beliau adalah Alumni D2 Mahad Aly bin Abi Thalib Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Bahasa Arab 2010 - 2012 , S1 LIPIA Jakarta Syariah 2012 - 2017, S2 Universitas Muhammadiyah Surakarta Hukum Islam 2018 - 2020 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah, Dauroh Masyayikh Ummul Quro Mekkah di PP Riyadush-shalihin Banten, Daurah Syaikh Ali Hasan Al-Halaby, Syaikh Musa Alu Nasr, Syaikh Ziyad, Dauroh-dauroh lain dengan beberapa masyayikh yaman dll | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Belajar bersama dengan kawan-kawan di kampuz jalanan Bantul

Related Articles

Back to top button