Keluarga

Pisah Ranjang Tanpa Alasan Memicu Banyak Masalah

Pisah Ranjang Tanpa Alasan Memicu Banyak Masalah

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan Pisah Ranjang Tanpa Alasan Memicu Banyak Masalah, selamat membaca.


Pertanyaan:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga ustadz sehat selalu.
Izin bertanya, saya sudah menikah 11 tahun. Bagaimana jika seorang suami lebih mementingkan perasaan kakaknya dibandingkan istrinya. (Suami sudah tidak memiliki ibu). Suami sangat menjaga perasaan kakaknya namun mengabaikan perasaan dan hak istrinya. Bahkan ketika sang kakak memaki dan mencaci istrinya, seorang suami hanya diam.

Istri dicaci maki karena istri tersebut menegur anaknya guna membatasi penggunaan handphone demi kebaikan sang anak, namun sang kakak salah paham dan mengira si istri membatasi komunikasi antara kakak dengan keponakannya. Hal ini pernah dijelaskan. Tetapi sang suami malah ikut membela sang kakak dan mengatakan kepada sang anak, kakak seperti itu karena ibu memarahi kamu, sehingga timbul persepsi di diri anak bahwa ibunya tidak menyayanginya.

Dan sudah hampir setahun kami tidur terpisah. Bagaimana cara menyikapi sikap suami yang selalu membela dan lebih mendengarkan perintah dan pendapat kakaknya.

Mohon bimbingannya

جزاك الله خيرا

(Dari Fulan Anggota Grup Whatsapp Sahabat BiAS)


Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillah, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah, wash shalaatu was salaamu ‘alaa rasulillaah, Amma ba’du.

Pisah Ranjang Tanpa Alasan Memicu Banyak Masalah

Sebelum masuk kepada persoalan penanya, maka ada baiknya dan harus diperhatikan bahwa suami dan istri itu hendaknya tidur dalam satu kamar dan mayoritas waktu tidur adalah bersama. hubungan kedekatan ini akan membawa pada hubungan emosional di antara pasangan suami istri, ini dahulu yang diselesaikan, maka yang lain akan menyusul in syaAllah.

Ketika seorang istri dan suami harus berpisah ranjang, karena suatu masalah, maka hal ini dikembalikan kepada maslahat dan mudharat dalam rumah tangga tersebut. Pada asalnya suami dan istri itu tidur seranjang, dan harus menghindari sikap pisah ranjang alias tidur terpisah, inilah pesan secara tersirat dari firman Allah Ta’ala,

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ…

“…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami), dan kalian adalah pakaian bagi mereka …” (QS. al-Baqarah: 187)

Ibarat pakaian sangat dekat dan melekat pada tubuh, bersentuhan langsung dengan kulit. Demikian dekatnya. Suami istri pun seharusnya demikian. Ada kedekatan fisik dan kedekatan batin dengan tinggal bersama dan tidak tidur terpisah.

Inilah yang akan banyak mengobati permasalahan dalam rumah tangga, dengan selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa agar menguraikan masalah-masalah yang ada, serta berusaha menjadi istri terbaik dengan servis yang terbaik pula pada suami.

Antara Hak Dan Kewajiban

Hak pasangan Anda setimpal dengan kewajiban yang ia tunaikan kepada Anda. Semakin banyak Anda menuntut hak Anda, maka semakin banyak pula kewajiban taat pada suami yang harus Anda tunaikan untuknya.

Sahabat Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma memberikan contoh nyata cara berinteraksi dalam rumah tangganya.

Pada suatu hari, beliau berkata:
“Sesungguhnya, aku senang untuk berdandan demi istriku, sebagaimana aku pun senang bila istriku berdandan demiku, karena Allah Ta’ala telah berfirman:

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.”

Aku pun tidak ingin menuntut seluruh hakku atas istriku, karena Allah juga telah berfirman :

وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

‘Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.’”
(HR. Ibnu Abi Syaibah dan ath-Thabari)

Dahulu dikatakan;

Kebahagiaan hidup dan berumah tangga terletak pada (nikmat dari Allah, kemudian) genggaman tangan suami Anda. Pandai-pandailah membawa diri, sehingga suami Anda rela membentangkan kedua telapak tangannya, dan memberikan kebahagiaan berumah tangga kepada Anda.

Wallahu Ta’ala A’lam

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Kamis, 21 Rabiul Awal 1443 H/ 28 Oktober 2021 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Baca Juga :  Ketika Orang Tua Tidak Ridho Dengan Hijrah Anaknya

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button