Umum

Pindah Majelis Ilmu Karena Dicela, Apakah Dia Tidak Ikhlas?

Pindah Majelis Ilmu Karena Dicela, Apakah Dia Tidak Ikhlas?

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai pindah majelis ilmu karena dicela, apakah dia tidak ikhlas? Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillāh. Assalāmu’alaikum ustadz. Semoga Allāh selalu merahmati ustadz dan seluruh umat muslim. Ustadz, misal jika seseorang menuntut ilmu di sebuah majelis, tetapi di majelis itu dia dicela karena kesalahannya.

Lantas dia pindah ke majelis ilmu yang lain. Apakah ini menandakan dia tidak ikhlas? Jazākallāhu khairan.

(Ditanyakan oleh Santri Kuliah Islam Online Mahad BIAS)


Jawaban:

Waalaikumsalam warahmatullah wabarokatuh.

Aamin, terima kasih dengan doa yang telah diberikan, semoga Allah juga memberikan kebahagiaan kepada kita beserta keluarga semua, aamiin.

Keikhlasan seorang hamba ada pada hatinya, benar tidaknya hanya Allah yang Maha mengetahui. Tugas manusia adalah hanya terus melakukan mawas diri dan memperbaiki diri.

انَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Baca Juga:  Mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalam

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju”. (HR. Bukhari No.1 dan Muslim No. 1907)

Saking sulitnya masalah niat dan keikhlasan ini sampai sampai seorang ulama besar, Sufyan Atsauri rahimahullah pun mengatakan,”

مَا عَالَجْتُ شَيْئًا أَشَدَّ عَلَيَّ مِنْ نِيَّتِي لأَنَّهُ تَتَقَلَّبُ عَلَيَّ

Tidak pernah aku memperbaiki sesuatu yang lebih berat bagiku dari pada niatku, karena niat selalu berubah-ubah” (Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam: 29).

Dari sini, bahwa perbaikan niat untuk benar benar ikhlas adalah tugas yang tidak pernah selesai. Sehingga, hendaknya ia melihat apa yang terjadi di dalam hatinya apa yang sedang terjadi, dan tidak boleh berhenti untuk menjalankan amal ibadah dengan alasan karena tidak bisa atau tidak takut ikhlas.

Apakah bila seseorang mencari tempat berlabuh, untuk duduk di majelis ilmu, karena suatu hal kemudian ia berpindah ke tempat yang lainnya? Apakah akan meniadakan ke keikhlasannya?

Berharap hal tersebut tidak meniadakan keikhlasannya, selama ia tidak berhenti untuk mencari ilmu. Tidak ada kewajiban baginya untuk duduk di majelis tertentu, yang menjadi kewajiban adalah seseorang harus belajar dan memperbaiki dirinya dengan ilmu yang baik dan benar untuk mendapatkan ridhoNya.

Selama, ada majelis ilmu lain yang semisal, yang mengajarkan ajaran yang sesuai dasar yang baik dan benar, maka dipersilakan untuk memilih majelis atau orang yang bisa mengarahkan dirinya kepada jalan kebenaran.

Namun, bila majelis yang ia akan pilih, ternyata tidak lebih baik, atau bahkan dikhawatirkan akan mengajarkan hal yang menyimpang dari kebenaran, kemudian ia tetap duduk di situ karena kemarahan, untuk membalas dendam, ingin menunjukkan kepada majelis yang lama bahwa ia akan melawan dari sikap yang pernah diterimanya.

Maka dengan gejolak hati yang seperti ini, bisa jadi nafsu lah yang mengendalikan dirinya, bukan niat baik yang ada namun ia bentuk dari kemarahan untuk ditonjolkan kepada manusia, maka itulah riya`.

Karenanya, hendaknya ia mengevaluasi kembali niat duduknya di majelis baru tersebut, ditakutkan bukan kebenaran dan ridho yang ia cari namun perkara duniawi yang ia ingin tonjolkan.

Wallahu a`lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Mu’tashim, Lc. MA. حفظه الله
Rabu, 5 Muharram 1443 H/ 3 Agustus 2022 M


Ustadz Mu’tashim Lc., M.A.
Dewan konsultasi BimbinganIslam (BIAS), alumus Universitas Islam Madinah kuliah Syariah dan MEDIU
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Mu’tashim Lc., M.A. حفظه الله klik disini

Baca Juga:  Apakah Benar Tembakau Berasal Dari Air Kencing Iblis?

Ustadz Mu’tasim, Lc. MA.

Beliau adalah Alumni S1 Universitas Islam Madinah Syariah 2000 – 2005, S2 MEDIU Syariah 2010 – 2012 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Syu’bah Takmili (LIPIA), Syu’bah Lughoh (Universitas Islam Madinah) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Taklim di beberapa Lembaga dan Masjid

Related Articles

Back to top button