Aqidah

Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul Secara Istilah!

Perbedaan Antara Nabi Dan Rasul Secara Istilah!

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan pembahasan mengenai perbedaan antara nabi dan rasul secara istilah! Selamat membaca.


Pertanyaan:

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, di antara 25 nabi yang disebut dalam Al-Quran, siapa saja yang merupakan nabi sekaligus rasul? Jazakumullahu khairan.

(Ditanyakan oleh Sahabat BIAS melalui Grup WA)


Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Istilah Nabi

Nabi berasal dari kata An-Naba’ (النبأ) yang artinya: kabar. Secara istilah, Nabi artinya orang yang diberi wahyu oleh Allah. Sebagaimana kata an-naba’ ini digunakan oleh Nabi untuk menyebutkan wahyu dari Allah, disebutkan dalam Al-Qur’an:

فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَذَا قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ﴿٣﴾

Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: ‘Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal’” (QS. At Tahrim: 3).

Baca Juga:  Bolehkah Berdoa, Agar Allah Mengubah Takdir Kita?

Istilah Rasul

Sedangkan Rasul berasal dari kata al-irsal (الإرسال) yang artinya pengutusan seseorang untuk suatu tujuan. Secara istilah, Rasul adalah orang yang diutus oleh Allah dengan membawa risalah (pesan) tertentu, dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia dan manusia diperintahkan untuk mengikuti dia.

Perbedaan Nabi dan Rasul

Perbedaan antara Nabi dan Rasul menurut pendapat yang paling kuat (wallahu a’lam) adalah bahwa Rasul diutus oleh Allah dengan membawa syari’at yang baru, sedangkan Nabi diutus oleh Allah namun tidak membawa syari’at yang baru melainkan menjalankan dan mendakwahkan syariat yang di bawa Rasul sebelumnya (Diringkas dari Al Madkhal ila Dirasatil Aqidah Al Islamiyah, karya Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar, hal 92-64).

Sehingga, kesimpulannya, setiap Rasul adalah Nabi, namun tidak setiap Nabi itu Rasul.

Baca Juga:  Membantu Memfotokopikan Buku Agama Lain

Maka untuk mengetahui mana Nabi dan mana Rasul itu dibutuhkan dalil yang jelas dan tegas, dan ini cukup susah bagi kami.

Karena patokannya adalah apakah Nabi itu membawa syariat yang baru, atau melanjutkan estafet dakwah Rasul sebelumnnya, dan tentunya hal ini butuh penelitian komprehensif secara mendalam dan bermanfaat bagi kaum muslimin secara khusus.

Kami memandang mengetahui mana Nabi dan mana Rasul itu adalah sesuatu yang bagus, tapi yang lebih penting adalah menjalankan Syariat Rasul terakhir nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam secara kaffah (menyeluruh).

Karena itu menurut mayoritas ahli ilmu jumlah Rasul dan Nabi secara detail tidak ada yang mengetahui kecuali Allah Ta’ala, apalagi mengetahui siapa saja nama Rasul itu (tentu lebih susah).

Secara jelas dan tegas nama rasul ada dari rasul ulul azmi yang lima, yaitu Nabi Nuh (Rasul pertama), Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad ‘Alaihimusshalatu wassalam, Juga ada Nabi Daud (karena diberikan kitab zabur) dan lainnya.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Fadly Gugul S.Ag.
حفظه الله
Rabu, 5 Muharram 1443 H/ 3 Agustus 2022 M


Ustadz Fadly Gugul S.Ag. حفظه الله
Beliau adalah Alumni STDI Imam Syafi’i Jember (ilmu hadits), Dewan konsultasi Bimbingan Islam

Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Fadly Gugul حفظه الله تعالى klik disini

Ustadz Fadly Gugul, S.Ag

Beliau adalah Alumni S1 STDI Imam Syafi’I Jember Ilmu Hadits 2012 – 2016 | Bidang khusus Keilmuan yang pernah diikuti beliau adalah Takhosus Ilmi di PP Al-Furqon Gresik Jawa Timur | Beliau juga pernah mengikuti Pengabdian santri selama satu tahun di kantor utama ICBB Yogyakarta (sebagai guru praktek tingkat SMP & SMA) | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial Dakwah masyarakat (kajian kitab), Kajian tematik offline & Khotib Jum’at

Related Articles

Back to top button