Peranan Sosial dan Kedudukan Wanita

Peranan Sosial dan Kedudukan Wanita

PERANAN SOSIAL DAN KEDUDUKAN WANITA MENURUT ISLAM

Pertanyaan

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Afwan ustadz, ana sampaikan pertanyaan.
Cara bersosialisasi perempuan dalam syariat Islam itu harus seperti apa di dalam lingkungan?
Dan bagaimana mensingkronkan antara “sebaik-baik tempat untuk perempuan adalah di rumahnya” dengan “sebaik-baiknya manusia itu yang bermanfaat untuk manusia lainnya”?

Mohon penjelasannya, wa Jazakallahu khairan

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T06

Jawaban

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Alhamdulillāh
Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Semoga kita semua, anda dan saya, dimudahkan untuk berakhlaq mulia kepada sesama, karena akhlaq adalah modal terbaik untuk bersosialisasi.

Peran wanita sejatinya sangat penting dalam suatu lingkungan dan kehidupan bermasyarakat. Bagaimana tidak, mayoritas penduduk bumi adalah wanita, maka merekalah yang punya peranan penting dalam amar ma’ruf nahi mungkar. Juga karena mereka pulalah sejatinya yang paling banyak menghabiskan waktu dengan anak, calon orangtua di masa depan. Ini yang membuat Alloh menetapkan peran vital wanita dari sisi internal rumah tangga, sebagaimana tercantum dalam firmanNya;

وَقَرْنَ فِي وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu.” (QS Al-Ahzab 33).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan maksud ayat ini agar para istri tetap di dalam rumah, tidak keluar kecuali ada kebutuhan seperti sholat di masjid jika telah terpenuhi syaratnya. Beginilah memang standar yang ideal dalam Islam, di mana kepala keluarga bertindak sebagai penanggung jawab utama urusan eksternal atau luar rumah, dan ibu sebagai penanggung jawab utama internal atau dalam rumah.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda;

وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ

“Seorang wanita adalah pemimpin di dalam urusan rumah tangga serta anak-anaknya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya”. [HR Muslim 3408]

Apakah tidak boleh memberikan manfaat di luar rumah? Kepada lingkup sosial yang lebih luas? Agar lebih bisa memberikan manfaat kepada manusia lainnya?
Boleh, tapi ingat fithroh wanita itu senantiasa dikelilingi fitnah oleh setan, karena wanita adalah aurat.

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

“Wanita itu aurat, jika ia keluar maka akan diintai oleh setan”. [HR At-Tirmidzi 1093]

Lantas bagaimana caranya agar bisa lebih bermanfaat secara maksimal dalam kehidupan sosial?

1. Pertama, jadikan diri anda secara pribadi orang yang bermanfaat dalam keluarga.
2. Kedua, jadikan diri anda secara sosial orang yang memberikan kebahagiaan dalam lingkungan.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda;

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً

“Manusia yang paling dicintai oleh Alloh adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, sedangkan amal yang paling dicintai oleh Alloh adalah kebahagiaan yang engkau berikan kepada diri seorang muslim atau engkau menghilangkan kesulitannya”  [Al-Mu’jamul-Kabiir 13646 dan dinilai Hasan oleh Al-Albani rohimahulloh dalam Silsilah Ash-Shohihah 906]

Anda bisa memberikan kebahagiaan pada tetangga dengan memberi masakan terlezat yang anda buat, mengajarkan rajut pada ibu-ibu komplek, menjadi pengajar tahsin dalam forum ibu-ibu RW, menjadi bendahara yang bertanggung jawab dalam kelompok pengajian, dll. Itu semua bisa dilakukan tanpa mengurangi manfaat yang anda beri dalam keluarga. Dan itu adalah amal yang paling dicintai Alloh, kebahagiaan yang anda berikan kepada sesama muslim.

Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh Allah menjadi pribadi yang adil dan seimbang dalam masyarakat. Karena sosial yang baik adalah sosial yang seimbang, antara keluarga dan juga lingkungan.

Wallohu A’lam
Wabillahit Taufiq.

Dijawab dengan ringkas oleh:
Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
(Dewan Konsultasi Bimbinganislam.com)

Tanya Jawab
Grup WA Admin Akhwat Bimbingan Islam
Kamis, 06 Jumadal Akhir 1439H / 22 Februari 2018M

CATEGORIES
Share This

COMMENTS