AqidahArtikel

Penjelasan Sholat Adalah Cahaya

Penjelasan Sholat Adalah Cahaya

Para pembaca Bimbinganislam.com yang memiliki akhlaq mulia berikut kami sajikan: Penjelasan Sholat Adalah Cahaya. Selamat membaca.

Sobat Hijrah yang dirahmati Allah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Shalat adalah cahaya” (HR. Muslim)

Apa yang dimaksud cahaya?

Para ulama menjelaskan, “Sholat wajib maupun sunah akan menjadi cahaya, cahaya di hati, cahaya di wajah, cahaya di kubur, cahaya di padang mahsyar, karena hadits tersebut umum. Cobalah, niscaya Anda kan merasakannya.” (Penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin).

Rukun Islam Kedua

Sobat Hijrah yang semoga dijaga Allah, Sholat juga merupakan ibadah yang sangat penting dalam agama kita. Bahkan, ia merupakan rukun Islam yang kedua setelah membaca dua kalimat syahadat.

Ibadah-ibadah yang disebutkan dalam rukun Islam merupakan ibadah-ibadah yang sangat agung dalam Islam. Ketika datang malaikat Jibril kepada Rasulullah & para sahabatnya, beliau bertanya jawab dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

“Dia (Malaikat Jibril) bertanya, “Ya Muhammad! Kabarkan kepadaku tentang Islam.” Maka, Rasulullah bersabda, “Islam adalah Anda bersyahadat la ilaha illallahu dan Muhammadur Rasulullah, menegakkan shalat” (sampai Nabi menyebut zakat, puasa dan haji) (HR Muslim)

Sholat adalah Cahaya | Perintah Langsung Dari Langit Ke-7

Sobat Hijrah yang kami cintai, sudah maklum bagi kita bahwa sholat 5 waktu adalah perintah yang Allah tetapkan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam peristiwa Isra & Mi’raj. Tidak ada ibadah lain yang diperintahkan langsung dari langit ke-7 kecuali sholat. Isra & Mi’raj sendiri merupakan peristiwa luar biasa yang dialami Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Dalam satu malam beliau di- perjalankan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha kemudian menuju sidratil muntaha. Allah berfirman (artinya):

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Isra : 1)

Berkomunikasi dengan Allah

Sobat Hijrah yang dimuliakan Allah, di antara fungsi solat adalah sebagai tempat komunikasi seorang hamba dengan Rabb-Nya. Dalam satu hadits Qudsi, Allah menyebutkan jawaban atas tiap ayat surat al Fatihah yang dibaca seorang hamba dalam sholatnya. Allah berfirman,

“Saya membagi shalat antara diri-Ku dan hamba-Ku menjadi dua. Untuk hamba-Ku apa yang dia minta.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.” Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku memuji-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Ar- rahmanir Rahiim.” Allah Ta’ala berfirman, “Hamba-Ku mengulangi pujian untuk-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Maaliki yaumid diin.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Hamba-Ku mengagungkan-Ku.” Dalam riwayat lain, Allah berfirman, “Hamba-Ku telah menyerahkan urusannya kepada-Ku.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’in.” Allah Ta’ala berfirman, “Ini antara diri-Ku dan hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku sesuai apa yang dia minta.”

Apabila hamba-Ku membaca, “Ihdinas-Shirathal mustaqiim…. (sampai akhir surat.)”
Allah Ta’ala berfirman, “Ini milik hamba-Ku dan untuk hamba-Ku sesuai yang dia minta.” (HR. Ahmad 7291)

Ibadah Seluruh Nabi & Rasul

Sobat Hijrah yang dirahmati Allah, ibadah sholat ternyata bukan hanya ibadah yang diwajibkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Solat ternyata diwajibkan juga kepada para Nabi & Rasul sebelum beliau dengan tatacara yang berbeda tentunya.

Allah berfirman setelah menceritakan para Nabi & Rasul.

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ مِنْ ذُرِّيَّةِ اٰدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍۖ وَّمِنْ ذُرِّيَّةِ اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْرَاۤءِيْلَ ۖوَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَاۗ اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِمْ اٰيٰتُ الرَّحْمٰنِ خَرُّوْا سُجَّدًا وَّبُكِيًّا
فَخَلَفَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ اَضَاعُوا الصَّلٰوةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوٰتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ۙ

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS Maryam : 58-59)

Mari Kita Hitung

Sobat hijrah yang semoga dijaga Allah, di antara pentingnya sholat adalah bahwa sholat menjadi ibadah terbesar seorang hamba.

Jika seorang seumur hidupnya sholat selama 50 tahun, maka dengan asumsi setahun = 360 hari, maka seseorang kan sholat 50 tahun x 360 hari x 5 waktu = 90.000 kali. Sebuah jumlah yang luar biasa. Itu pun baru sholat wajib 5 waktu, belum lagi sholat sunahnya.

Maka pantaslah Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa sholat akan menentukan hisab seorang hamba. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi.” (HR. Tirmidzi)

Mencegah Perbuatan Keji & Munkar

Sobat Hijrah yang dirahmati Allah, sholat yang dikerjakan dengan baik, dengan khusyu’, terpenuhi syarat & rukunnya, akan berefek positif pada seorang hamba. Allah menjanjikan pada seorang hamba yang sholatnya demikian (artinya):

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS Al Ankabut : 45)

Tanda Orang Beriman yang Sukses

Sobat Hijrah yang dimuliakan Allah, kesuksesan adalah dambaan tiap manusia, semua ingin sukses. Allah menyebutkan bagaimana ciri- ciri manusia sukses, bacalah firman Allah di surat al Mukminun ayat 1-11.

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلٰو تِهِمْ خَاشِعُوْنَ

Ciri pertama yang Allah sebutkan, adalah perkara sholatnya. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya.” (QS Al-Mu’minun 1-2)

Allah sebutkan apa bentuk kesuksesan tersebut, kesuksesan yang mutlak, bukan kesuksesan yg nisbi di dunia.

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ ۙ الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Mu’minun 10-11)

Bahaya Meninggalkan Sholat

Sobat Hijrah yang dirahmati Allah, semoga hadits yang pernah disebutkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam 14 abad yang lalu ini bisa mengingatkan kita tentang bahaya meninggalkan sholat. Beliau bersabda :

Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi)

Jangan sampai kita jatuh kembali ke dalam lembah kekufuran setelah Allah menyelamatkan kita, karena kita meninggalkan sholat.

Wallahu a’lam.

Disusun oleh:
Ustadz Amrullah Akadhinta, ST.  حفظه الله
Rabu, 28 Shafar 1443 H/ 6 Oktober 2021 M


Ustadz Amrullah Akadhinta, ST.
Beliau adalah Sekretaris jenderal KIPMI, direktur operasional BimbinganIslam (BiAS), direktur TwitUlama, dan aktif di yayasan dan lembaga lainnya.
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Amrullah Akadhinta حفظه الله  
klik disini

 

Baca Juga :  Musibah Bisa Jadi Azab Atau Ujian Untuk Meningkatkan Derajat

Amrullah Akadhinta

Beliau adalah Alumni S1 Teknik Sipil UGM, Alumni Ma'had Al-'Ilmi, | Selain itu beliau juga aktif dalam Kegiatan Dakwah & Sosial sebagai Pengasuh Twitulama. Ketua Yayasan Bimbingan Islam. Sekretaris KIPMI. Pembina Yayasan Muslim Merapi

Related Articles

Back to top button