Penjelasan Mengenai Hadist Tentang Khutbah Nabi

Penjelasan Mengenai Hadist Tentang Khutbah Nabi

PENJELASAN MENGENAI HADIST TENTANG KHUTBAH NABI SHALALLOHU’ALAIHI WA SALLAM

Pertanyaan :

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, saya mau tanya

Bagaimanakah maksud dari hadits di bawah ini Ustadz?

Dari khutbah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang beliau sampaikan di hari Arafah, hari Idul Adha, serta hari-hari Tasyriq.

عن جابر رضي الله عنه في سياق حجة النبي صلى الله عليه وسلم قال : « حَتَّى إِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ أَمَرَ بِالْقَصْوَاءِ فَرُحِلَتْ لَهُ، فَأَتَى بَطْنَ الْوَادِي فَخَطَبَ النَّاسَ وَقَالَ: إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا… » الحديث . رواه مسلم .

Dari Jabi radhiallahu’anhu di tengah haji bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
“… sehingga saat matahari tergelincir, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar unta Al-Qashwa’ dipersiapkan. Ia pun dipasangi pelana.

Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi tengah lembah dan berkhutbah: ‘Sesungguhnya darah dan harta kalian, haram bagi sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini di negeri kalian ini…‘“

(HR. Muslim).

جزاكم الله خيرا وبارك الله فيكم.

(Disampaikan oleh Sahabat BiAS T09 G-37)


Jawaban :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Terkait hadits yang ditanyakan oleh penanya, maka :

1. Hadist tersebut adalah potongan dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu yang sangat panjang, yang berkisah tentang bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan haji, mulai dari kejadian-kejadian di Madinah hingga kegiatan beliau di tanggal 10 dzulhijjah.

Dan dalam hadits tersebut diceritakan dengan detail, kapan waktunya, bagaimana bacaan beliau saat melakukan manasik, bahkan tentang cara beliau berjalan pun diceritakan, dan lain sebagainya.

2. Dalam hadits tersebut dikisahkan tentang khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang isinya cukup banyak. Adapun potongan hadits dalam soal ini, yang ditekankan adalah haramnya harta dan darah seorang muslim tanpa alasan yang benar.

3. Maksud dari beberapa kata atau kalimat :

(Sehingga saat matahari tergelincir)
maksudnya : masuk waktu dhuhur, dan waktu dhuhur inilah waktu dimulainya wukuf di Arafah.

(Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar unta Al-Qashwa’ dipersiapkan. Ia pun dipasangi pelana)
Kalimat ini sudah sangat jelas maknanya, maksudnya adalah beliau di Arafah menggunakan kendaraan (onta). dan Qashwa’ adalah nama onta beliau yang terkenal.

(Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi tengah lembah)
Maksud ” lembah” di sini adalah Arafah, tempat dimana jamaah haji melakukan wukuf.

(Sebagaimana haramnya hari ini)
Maksudnya adalah : hari Arafah tanggal 9 Dzulhijjah, hari itu merupakan hari yang haram (mulia) sebuah hari yang Allah membanggakan hamba-hambanya kepada para malaikat. Termasuk salah satu hari yang Allah bersumpah dengannya pada surat Al-Fajr ayat kedua. Termasuk sebuah hari yang amalan shalih pada hari itu lebih baik dari pada hari-hari yang lainnya. Bahkan termasuk hari yang tidak ada hari-hari yang lebih baik dari padanya. Dan di sana masih banyak lagi keutamaannya.

(Haramnya bulan ini)
Maksudnya adalah bulan Dzulhijjah, yang mana itu adalah salah satu dari empat bulan haram.

(Di negeri kalian ini)
Maksudnya adalah negri Mekah, yang mana itu adalah tempat yang paling mulia di bumi ini, tidak boleh berperang dan menimbulkan kegaduhan disana. Bahkan binatang dan tumbuhan aman di kota Mekah, tidak boleh dirusak.

pada intinya, pada khutbah tersebut, darah dan harta seorang muslim disamakan dengan kehormatan hari Arafah, di bulan Dzulhijjah, di Mekah. Dengan kata lain, menumpahkan darah seorang muslim merupakan suatu perkara yang sangat besar dan bukan suatu hal yang remeh.

Bahkan Allah berfirman :

وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya“(QS. An-Nisa : 93)

Semoga bisa difahami, wallahu ta’ala a’lam bish shawab.

Dijawab dengan ringkas oleh :
Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc, حفظه الله تعالى
Selasa, 2 Ramadhan 1440 H/ 2 Mei 2019 M

 



Ustadz Ratno, Lc.
Dewan Konsultasi Bimbingan Islam (BIAS), Alumni Universitas Islam Madinah jurusan Hadits
Untuk melihat artikel lengkap dari Ustadz Ratno حفظه الله 
klik disini

CATEGORIES
Share This

COMMENTS